Nasi Merah untuk Penderita Diabetes, Benarkah Lebih Baik dari Nasi Putih?

Lantas, apa yang membuat nasi merah kerap direkomendasikan dalam pola makan untuk penderita diabetes?

Memiliki Indeks Glikemik yang Lebih Rendah

Salah satu perbedaan nasi merah dan nasi putih terletak pada indeks glikemik (IG). Secara umum, nasi merah memiliki IG lebih rendah dibandingkan sebagian jenis nasi putih.

Indeks glikemik menggambarkan seberapa cepat makanan yang mengandung karbohidrat meningkatkan kadar gula darah.

Makanan dengan IG lebih rendah cenderung menyebabkan peningkatan gula darah yang lebih lambat dibandingkan makanan dengan IG tinggi.

Meski demikian, IG bukan satu-satunya faktor yang menentukan respons gula darah. Jumlah makanan yang dikonsumsi, tingkat kematangan nasi, jenis beras, serta makanan yang dikonsumsi bersamaan juga dapat memengaruhi kadar gula darah.

Lebih Tinggi Serat

Nasi merah masih mempertahankan bagian bekatul dan lapisan aleuron yang sebagian besar dihilangkan dalam proses penggilingan beras putih. Karena itu, nasi merah umumnya mengandung lebih banyak serat dan sejumlah mikronutrien.

Serat dapat membantu memperlambat proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat. Kondisi tersebut dapat membantu membuat peningkatan kadar gula darah setelah makan berlangsung lebih bertahap.

Selain itu, makanan tinggi serat cenderung memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga dapat membantu mengontrol asupan makanan dan berat badan.

Bagaimana dengan Sensitivitas Insulin?

Sejumlah penelitian telah meneliti manfaat beras merah terhadap metabolisme glukosa dan sensitivitas insulin. Beras merah juga mengandung sejumlah senyawa bioaktif dan mineral, termasuk magnesium.

Namun, hasil penelitian tidak berarti bahwa mengonsumsi nasi merah secara otomatis dapat meningkatkan sensitivitas insulin atau menggantikan pengobatan diabetes.

Penderita diabetes tetap perlu mengikuti pengobatan dan anjuran dokter, termasuk jika menggunakan obat penurun gula darah.

Mengandung Nutrisi dan Senyawa Antioksidan

Selain serat, beras merah mengandung sejumlah vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif.

Lapisan luar beras yang masih dipertahankan pada beras merah membuat kandungan nutrisinya berbeda dari beras putih yang telah mengalami proses penggilingan lebih lanjut.

Beras merah juga mengandung berbagai senyawa antioksidan. Namun, manfaat tersebut sebaiknya dipandang sebagai bagian dari pola makan sehat secara keseluruhan, bukan sebagai cara tunggal untuk mencegah komplikasi diabetes.

Pengendalian gula darah, tekanan darah, kolesterol, aktivitas fisik, serta kepatuhan terhadap pengobatan tetap menjadi faktor penting dalam menurunkan risiko komplikasi diabetes.

Dapat Membantu Mengontrol Berat Badan

Bagi penderita diabetes tipe 2, menjaga berat badan juga penting. Kandungan serat yang lebih tinggi pada nasi merah dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.

Sejumlah penelitian juga menemukan adanya manfaat konsumsi biji-bijian utuh terhadap sejumlah indikator berat badan dan metabolisme. Meski demikian, dampaknya dapat berbeda pada setiap orang.

Porsi tetap menjadi hal penting. Nasi merah tetap merupakan sumber karbohidrat sehingga mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan tetap dapat meningkatkan asupan kalori dan karbohidrat.

Cara Mengonsumsi Nasi Merah

Untuk mendapatkan pola makan yang lebih seimbang, nasi merah sebaiknya tidak dikonsumsi sendirian. Padukan dengan sumber protein dan sayuran agar komposisi makanan lebih lengkap.

Beberapa pilihan pendamping antara lain ikan, ayam tanpa kulit, telur, tahu, tempe, serta berbagai jenis sayuran.

Jumlah nasi juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Tidak ada satu ukuran porsi yang berlaku untuk seluruh penderita diabetes karena kebutuhan karbohidrat dipengaruhi usia, berat badan, aktivitas fisik, obat yang digunakan, dan kondisi kesehatan.

Apakah Nasi Putih Harus Dihindari?

Tidak selalu. Penderita diabetes tetap dapat mengonsumsi nasi putih selama memperhatikan jumlah dan pola makan secara keseluruhan.

Mengganti sebagian atau seluruh nasi putih dengan sumber karbohidrat yang lebih tinggi serat, seperti nasi merah atau biji-bijian utuh, dapat menjadi salah satu pilihan. Namun, keberhasilan pengelolaan diabetes tidak hanya ditentukan oleh jenis nasi.

Porsi makan, keseimbangan antara karbohidrat dan protein, konsumsi sayuran, aktivitas fisik, serta pengobatan sesuai anjuran dokter juga berperan penting.

Baca Juga: Waspada Efek Samping Obat Diabetes Jangka Panjang, Kenali Risikonya