Denpasar (ANTARA) - Pameran imersif bertajuk The Intelligence of Surfaces akan hadir dan menjadi salah satu daya tarik dalam ajang Jia CURATED 2026 yang berlangsung pada 13-17 Agustus 2026 di Pantai Pengembak, Sanur, Bali.
Co-Founder Lamitak Alexander Tan di Denpasar, Kamis, menyatakan pameran yang diselenggarakan oleh Lamitak, perusahaan material permukaan asal Singapura itu mengajak pengunjung mengeksplorasi cara baru memahami peran material permukaan dalam dunia desain interior.
Alexander mengatakan pameran tersebut mengajak publik melihat material dari perspektif yang lebih luas, bukan sekadar sebagai produk, tetapi sebagai bagian penting dalam membentuk kualitas ruang.
"Ke depan, pengembangan material bukan tentang meniru alam, tetapi bagaimana kita belajar darinya. Di Lamitak, kami menerjemahkan inspirasi dari alam menjadi material permukaan yang dirancang untuk kebutuhan masa kini," ujar Alexander.
Mengusung tema Nature Weave yang menjadi benang merah Jia CURATED 2026, pameran mengeksplorasi keterkaitan antara inspirasi material alami, proses pengembangan material, pengalaman ruang, serta perubahan kebutuhan desain masa kini.
Berkolaborasi dengan studio arsitektur berbasis Bali, DDAP Architect, pameran dirancang sebagai sebuah perjalanan ruang yang memperlihatkan bagaimana sebuah material dipelajari, dikembangkan, hingga diterapkan dalam berbagai kebutuhan interior.
Berbeda dengan pameran material pada umumnya, The Intelligence of Surfaces tidak hanya menampilkan produk laminate, tetapi mengajak pengunjung memahami asal inspirasi, komposisi, proses pembentukan, performa, hingga penerapannya melalui konsep Reframing Material Truth.
Pengunjung dapat menikmati area eksplorasi material interaktif untuk mengenal proses pemotongan, pemasangan, dan finishing laminate, sekaligus menguji langsung karakter material melalui pengalaman sentuhan.
Selain itu, tersedia interactive surface visualiser yang memungkinkan pengunjung melihat berbagai koleksi material permukaan Lamitak diaplikasikan dalam beragam visual interior. Fasilitas ini membantu pengunjung memahami bagaimana material bekerja dalam konteks ruang, pencahayaan, suasana, dan skala yang berbeda.
Sementara itu, DDAP Architect, sebuah studio arsitektur berbasis Bali, menyebut instalasi yang dihadirkan merupakan ajakan untuk memahami bahwa sebuah material dibentuk oleh asal-usul, proses, aplikasi, dan pengalaman, bukan hanya tampilan akhirnya.
Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.