Panen di Tambang Emas Pani, Merdeka Gold Resources Kebut Fasilitas CIL 12 Mtpa

Dengan demikian, produksi emas heap leach pada kuartal II-2026 meningkat sekitar 757% secara kuartalan atau lebih dari delapan kali lipat dibandingkan tiga bulan sebelumnya.

Baca Juga: Pemerintah Jelaskan Maksud ‘Emas di Bawah Bantal’ Sebanyak 1.800 Ton

Peningkatan produksi tersebut terjadi seiring dengan proses ramp-up operasi heap leach di Tambang Emas Pani. Produksi perdana tambang ini sebelumnya dicapai pada 14 Februari 2026.

EMAS tidak hanya meningkatkan produksi dari fasilitas yang sudah beroperasi. Perusahaan juga melakukan ekspansi kapasitas pengolahan bijih melalui pembangunan fasilitas heap leach secara bertahap.

Saat ini, Cell 1 dan Cell 2 pada fasilitas heap leach telah selesai dibangun. Kapasitas kedua fasilitas tersebut masih akan ditingkatkan melalui pekerjaan peninggian tanggul hingga akhir 2026.

Pembangunan kemudian berlanjut pada 2027 dengan pengembangan Cell 3 yang telah mulai dikerjakan. Setelah seluruh tahapan pengembangan rampung, fasilitas heap leach Tambang Emas Pani ditargetkan memiliki kapasitas sekitar 62 juta ton bijih.

Kapasitas tersebut menjadi bagian penting dari strategi EMAS untuk meningkatkan produksi dari Tambang Emas Pani secara bertahap, seiring dengan peningkatan volume bijih yang dapat diproses. Namun, peningkatan kapasitas heap leach bukan satu-satunya proyek yang sedang dikebut perusahaan.

EMAS juga tengah membangun fasilitas pengolahan Carbon-in-Leach atau CIL dengan kapasitas awal 12 juta ton per tahun (Mtpa). Fasilitas CIL menjadi salah satu proyek utama dalam pengembangan Tambang Emas Pani. Fasilitas tersebut akan melengkapi operasi heap leach yang saat ini sudah berjalan.

EMAS memperkirakan penggunaan fasilitas CIL dapat meningkatkan tingkat perolehan emas atau gold recovery dari sekitar 80% menjadi lebih dari 90%.

Selain memiliki kapasitas awal 12 juta ton per tahun, fasilitas tersebut dirancang agar dapat dikembangkan hingga mencapai 24 juta ton per tahun.

Artinya, pengembangan CIL tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pengolahan bijih dalam jangka pendek, tetapi juga memberikan ruang bagi ekspansi kapasitas Tambang Emas Pani pada tahap berikutnya.

Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke P. Abidin mengatakan, peningkatan produksi heap leach dan pembangunan CIL 12 Mtpa menjadi bagian penting dari fase pertumbuhan perusahaan.

“EMAS kini memasuki fase pertumbuhan penting, didukung oleh peningkatan produksi heap leach dan pembangunan fasilitas CIL 12 Mtpa. Pengembangan kedua fasilitas ini akan menjadi pendorong utama peningkatan kapasitas produksi Tambang Emas Pani,” ujar Boyke dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2026).

Menurut Boyke, pembangunan fasilitas utama dan infrastruktur pendukung masih berjalan sesuai rencana.

Dari sisi konstruksi, pengembangan fasilitas CIL kini memasuki tahap persiapan lahan. EMAS menargetkan pekerjaan pengecoran beton pertama atau first concrete dilakukan pada awal kuartal IV-2026.

Pembangunan fasilitas pengolahan tersebut juga dilakukan bersamaan dengan pembangunan infrastruktur pendukung. Salah satunya fasilitas tailings untuk menampung limbah sisa pengolahan bijih.

Selain itu, perusahaan menyiapkan tambahan pasokan listrik bersama PT PLN untuk mendukung peningkatan kapasitas operasi Tambang Emas Pani.

Dengan pembangunan tersebut, pengembangan Pani saat ini berjalan melalui dua jalur utama, yakni peningkatan produksi dari heap leach yang sudah beroperasi dan pembangunan fasilitas CIL berkapasitas 12 juta ton per tahun.

Lonjakan produksi pada kuartal II-2026 menjadi salah satu indikator perkembangan awal operasi Tambang Emas Pani.

Jika pada kuartal pertama produksi baru mencapai 1.818 ounces, produksi meningkat menjadi 15.594 ounces pada kuartal berikutnya seiring berjalannya proses ramp-up.Namun, kapasitas produksi ke depan tidak hanya akan bergantung pada fasilitas heap leach. 

Penyelesaian CIL menjadi faktor penting karena fasilitas tersebut ditujukan untuk meningkatkan tingkat perolehan emas sekaligus memperbesar kemampuan pengolahan bijih.

EMAS menargetkan kombinasi kedua fasilitas tersebut dapat menopang pengembangan Tambang Emas Pani menjadi operasi tambang emas berskala besar dengan umur tambang jangka panjang.

“Dengan pembangunan fasilitas utama dan infrastruktur pendukung yang berjalan sesuai rencana, EMAS tetap fokus mengembangkan Pani menjadi tambang emas berskala besar dan berumur panjang,” kata Boyke.