Bagikan:
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan infrastruktur di Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) yang terpusat di Wanam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Pembangunan jalan, jaringan irigasi hingga pengendalian banjir dilakukan untuk menekan biaya produksi pertanian, sehingga meningkatkan kesejahteraan petani.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pembangunan infrastruktur di kawasan pangan nasional tersebut harus memberikan manfaat langsung kepada petani.
Dody menilai, infrastruktur baik akan memangkas biaya produksi, sehingga keuntungan yang diterima petani semakin besar.
"Tidak boleh ada tambahan cost (biaya) lagi bagi petani. Cost para petani harus serendah-rendahnya. Keuntungan para petani harus setinggi-tingginya. Sehingga, kehidupan petani makin hari makin layak, makin bagus," ucap Dody dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 29 Juli.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui percepatan pembangunan jaringan irigasi di Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Merauke.
Hingga Juli 2026, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU telah membangun saluran irigasi primer sepanjang 44 kilometer dari total target 135,4 kilometer.
Sementara itu, pembangunan saluran irigasi sekunder telah mencapai 16,31 kilometer dari target 61,6 kilometer.
Untuk mendukung kawasan budi daya, pembangunan jaringan irigasi pada demplot pertanian seluas 1.200 hektare juga hampir rampung dengan progres mencapai 88 persen atau sepanjang 20,45 kilometer dari total rencana 24,2 kilometer.
Selain memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian, Kementerian PU juga mempercepat pembangunan infrastruktur pengendalian banjir agar kawasan produksi pangan tetap terlindungi.
Hingga saat ini, progres pembangunan pengendalian banjir Paket I telah mencapai 39,02 persen atau lebih cepat dari target, sedangkan Paket II mencapai 36,65 persen.
Di sektor konektivitas, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Bina Marga membangun jalan di kawasan KSPP Wanam untuk memperlancar distribusi logistik dan menekan biaya angkut hasil pertanian.
BACA JUGA:
Pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting Segmen I saat ini telah mencapai progres 3,59 persen, lebih tinggi dibanding target rencana sebesar 1,30 persen.
Meskipun pekerjaan konstruksi masih berlangsung sepanjang 58 kilometer, ruas jalan sudah fungsional dan dapat dilalui kendaraan, sehingga mulai dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.
Sementara itu, pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting Segmen II juga menunjukkan perkembangan positif dengan progres mencapai 10,06 persen.
Dari target pembangunan sepanjang 80 kilometer, sekitar 50 kilometer trase jalan telah berhasil dibuka sebagai bagian dari percepatan konektivitas kawasan.
Pembangunan jalan, irigasi dan pengendalian banjir tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah membangun ekosistem pertanian terintegrasi di Merauke.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+