Bagikan:
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah masih terus mengupayakan agar produk kelapa sawit Indonesia memperoleh pengecualian dari kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS) yang diberlakukan melalui investigasi Section 301.
Airlangga menjelaskan, pembahasan mengenai permintaan pengecualian tersebut masih berlangsung di pihak pemerintah AS sehingga belum ada keputusan final.
“Sawit itu kita sedang minta supaya dikecualikan,” ujarnya kepada awak media, dikutip Selasa, 28 Juli.
Saat ditanya mengenai kepastian hasil lobi tersebut, Airlangga menegaskan proses pembahasannya masih berjalan dan pemerintah masih menunggu keputusan dari otoritas AS.
“Kita tunggu kan ini sedang diproses di sana secara bertahap,” tuturnya.
Selain memperjuangkan pengecualian untuk produk sawit, pemerintah juga mengusulkan pemberlakuan tarif impor sebesar 0 persen bagi sejumlah komoditas berbasis sumber daya alam asal Indonesia.
Di sisi lain, Airlangga menyampaikan hasil investigasi Section 301 terkait dugaan praktik kerja paksa (forced labor) menunjukkan posisi Indonesia relatif lebih baik dibandingkan sejumlah negara lain.
“Kalau 301 kan forced labor memang sudah diumumkan bahwa Indonesia relatif dibandingkan negara lain compliance. Semula Indonesia menjadi bagian 6 dari 60 negara, tetapi dari perhitungan terakhir jumlah 6 negara itu naik menjadi 17,” katanya.
BACA JUGA:
Airlangga menyampaikan negara yang belum memenuhi standar kepatuhan dikenakan tarif tambahan sebesar 12,5 persen.
Sementara itu, ia menambahkan investigasi terkait dugaan kelebihan kapasitas produksi (excess capacity) masih terus berlangsung dan pemerintah telah menyampaikan seluruh penjelasan yang diminta oleh otoritas AS.
“Nah, excess kapasitas masih diinvestigasi dan kita sudah menjawab hal-hal yang terkait dengan ekses kapasitas,” ucapnya.
Terkait besaran tarif impor yang masih dinegosiasikan dengan pemerintahan Amerika Serikat, Airlangga menegaskan keputusan akhir sepenuhnya akan bergantung pada hasil investigasi Section 301 yang saat ini masih berlangsung.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
Populer
28 Juli 2026, 05:31
28 Juli 2026, 10:39
28 Juli 2026, 07:20
28 Juli 2026, 07:45
28 Juli 2026, 11:30