Pemerintah siapkan integrasi koperasi susu ke rantai pasok MBG
Kamis, 30 Juli 2026 20:19 WIB
Staf Ahli Menteri Koperasi Bidang Kebijakan Publik Koko Haryono mengunjungi peternakan sapi Koperasi Usaha Ternak Tani (KUTT) Suka Makmur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (30/7/2026). ANTARA/HO-Kemenkop
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyatakan pemerintah sedang menyiapkan integrasi koperasi susu ke dalam rantai pasok program makan bergizi gratis (MBG) melalui penguatan peran koperasi sektor riil dan penyusunan regulasi pendukung.
Dalam peluncuran penguatan koperasi susu di Koperasi Usaha Ternak Tani (KUTT) Suka Makmur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis, Staf Ahli Menteri Koperasi Bidang Kebijakan Publik Koko Haryono mengatakan Kemenkop tengah mengawal penyusunan peraturan presiden (perpres) tentang operasional koperasi merah putih agar koperasi susu terhubung langsung dengan ekosistem program MBG.
Menurut Koko, penguatan koperasi susu penting sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem produksi pangan dari hulu hingga hilir.
“Kita memastikan susu pasteurisasi yang diminum anak-anak diproduksi langsung oleh peternak rakyat melalui koperasi," ujarnya.
Untuk mendukung itu, ia menyatakan bahwa pemerintah akan mendorong modernisasi sarana dan prasarana koperasi susu, mulai dari penyediaan mesin pasteurisasi hingga penguatan rantai dingin (cold chain) agar mampu memasok susu segar berkualitas secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Pasuruan M Shobih Asrori mengatakan Kabupaten Pasuruan memiliki potensi besar sebagai sentra produksi susu.
Namun, menurut dia, koperasi susu perlu bertransformasi dari sekadar lembaga penyerap hasil produksi peternak menjadi salah satu penopang kedaulatan gizi nasional melalui dukungan terhadap program MBG.
Shobih juga mengingatkan pentingnya literasi dan ilmu pengetahuan bagi para peternak agar produktivitas susu di Pasuruan tetap maksimal dan memenuhi standar industri.
Di sisi lain, Ketua KUTT Suka Makmur Evi Zainal Abidin menyampaikan Jawa Timur masih menjadi penyumbang terbesar produksi susu nasional dengan kontribusi hampir 60 persen.
Ia mengatakan koperasi-koperasi yang hadir dalam peluncuran tersebut mewakili sekitar 80 persen produksi susu Jawa Timur di bawah Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI).
Evi juga berharap pemerintah segera menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Persusuan untuk memperkuat perlindungan dan pemberdayaan peternak sapi perah rakyat di tengah persaingan perdagangan bebas.
Menurut dia, penguatan koperasi susu diharapkan mampu meningkatkan peran koperasi sebagai pemasok susu pasteurisasi bagi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dalam ekosistem program MBG.
"Semoga pemerintah tidak lupa bahwa ada peternak yang butuh uluran tangan, perlu diperkuat dan diberdayakan karena koperasi susu adalah wajah asli ekonomi kerakyatan Indonesia," ujar Evi.
Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026