Pemerintah uji coba ambulans udara untuk percepat akses kesehatan
Senin, 28 September 2026 20:03 WIB
Tangkapan layar - Uji coba ambulans udara melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. (ANTARA/Instagram Sekretariat Kabinet/Maria Cicilia Galuh)
Bali (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mulai merealisasikan program ambulans udara untuk mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terisolasi atau sulit dijangkau melalui jalur darat.
Sebagaimana keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) yang dikutip di Bali, Senin, pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Presiden Prabowo berharap kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur tidak lagi menjadi hambatan bagi masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan, terutama bagi mereka yang membutuhkan pertolongan darurat.
"Kita akan membuat ambulans udara, helikopter-helikopter dengan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan-lapangan rumput, di lapangan-lapangan pasir, bisa mendarat di pinggir sungai. Supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakuasi kalau dia sakit," ujar Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo kemudian menyoroti sulitnya akses layanan kesehatan bagi masyarakat di sejumlah daerah, khususnya ibu-ibu yang membutuhkan penanganan medis saat melahirkan.
"Banyak ibu-ibu yang meninggal, karena menempuh jalan tujuh jam sampai sembilan jam pada saat melahirkan. Akhirnya, banyak ibu yang meninggal karena tidak ada jalan yang baik," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet (seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan program ambulans udara disiapkan setelah pemerintah menyelesaikan pembangunan 22 rumah sakit baru pada 2026 di sejumlah kabupaten/kota yang sebelumnya belum memiliki rumah sakit.
Ia mengatakan penguatan layanan kesehatan memang menjadi salah satu perhatian utama Prabowo selama ini.
Oleh karena itu, program ambulans udara diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan hingga ke daerah pelosok.
"Karena dalam kondisi darurat, waktu sangat berarti. Insyaallah negara akan terus hadir, hingga ke pelosok negeri. Memperpendek jarak, mempercepat pertolongan, dan pada akhirnya menyelamatkan nyawa," ujar Teddy.
Pewarta : Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026