Istanbul (ANTARA) - Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan wilayahnya digunakan sebagai pangkalan untuk mengancam negara-negara tetangga maupun keamanan pelayaran internasional.
Pernyataan itu disampaikan Pemerintah Yaman, Sabtu, setelah mengecam serangan terbaru kelompok Houthi terhadap sebuah kapal niaga di Laut Merah.
Pemerintah Yaman menyebut serangan tersebut sebagai "tindakan terorisme baru" yang menunjukkan tekad Houthi menggagalkan upaya regional dan internasional untuk meredakan ketegangan yang juga berdampak terhadap kemanusiaan, ekonomi, dan keamanan.
Menurut pemerintah, tindakan Houthi juga berisiko menyeret Yaman ke dalam konflik yang lebih luas.
Pemerintah Yaman menilai respons militer koalisi pimpinan Arab Saudi dilakukan dalam kerangka pemberantasan terorisme.
Operasi itu, menurut Pemerintah Yaman, juga bertujuan melindungi pelayaran internasional dan mengamankan jalur maritim sesuai hukum internasional serta prinsip kebutuhan dan proporsionalitas.
Pemerintah Yaman lebih lanjut menuduh Houthi memanfaatkan Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab untuk mendukung agenda regional Iran.
Langkah tersebut, menurut pemerintah, juga bertujuan memperkuat posisi Teheran dalam perundingan.
Pemerintah memperingatkan tindakan Houthi mengancam kepentingan nasional Yaman.
Pemerintah menyatakan akan terus berkoordinasi dengan koalisi pimpinan Arab Saudi serta mitra regional dan internasional.
Kerja sama itu dilakukan untuk melindungi warga sipil, menjaga kedaulatan Yaman, mengamankan pelayaran internasional, dan memastikan pelabuhan-pelabuhan Yaman tetap beroperasi.
"Pemerintah Yaman tidak akan membiarkan wilayahnya terus dijadikan pangkalan untuk mengancam negara-negara tetangga dan keamanan maritim internasional," demikian isi pernyataan pemerintah tersebut.
Pemerintah juga meminta komunitas internasional memutus sumber pendanaan dan pasokan senjata bagi kelompok itu serta meminta para pendukungnya dimintai pertanggungjawaban.
Sebelumnya pada Jumat malam, koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap sasaran militer Houthi di Provinsi Hodeidah.
Serangan itu dilakukan setelah Houthi menargetkan kapal-kapal niaga di Laut Merah.
Koalisi menegaskan Pelabuhan Hodeidah tidak menjadi sasaran serangan dan seluruh pelabuhan Yaman tetap dibuka untuk pelayaran.
Di sisi lain, Houthi menuduh Arab Saudi melancarkan serangan udara ke Pulau Kamaran dan fasilitas telekomunikasi di Hodeidah.
Ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi meningkat setelah kelompok itu mengancam melarang kapal yang terkait dengan Arab Saudi melintasi Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab.
Pada Senin, Houthi mengumumkan larangan pelayaran menuju Arab Saudi, yang kemudian dibalas koalisi pimpinan Arab Saudi dengan janji memberikan respons "tegas dan kuat" serta meningkatkan perlindungan bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Bab al-Mandab.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Al Houthi Yaman tawarkan pemerintah dukungan Saudi pertukaran tahanan
Baca juga: "HRW" : misil Houthi di Arab Saudi langgar hukum perang
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.