Pemkab Balangan gelar pendampingan verifikasi keluarga berisiko stunting di Halong - ANTARA News Kalimantan Selatan

Dari hasil peninjauan ini kami melihat kondisi jalan yang terbatas tentu berpengaruh terhadap kemudahan masyarakat memperoleh kebutuhan dasar, termasuk makanan bergizi, vitamin maupun susu

Balangan (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3A P2KB PMD) Kabupaten Balangan melakukan pendampingan verifikasi dan validasi pemutakhiran data keluarga berisiko stunting di Desa Binuang Santang, Kecamatan Halong.

JF Penata Kependudukan dan KB Ahli Muda Kabupaten Balangan, Denny Mariaty Simbolon, mengatakan pendampingan dilakukan bersama para penyuluh keluarga berencana melalui peninjauan langsung ke keluarga sasaran.

"Dari hasil peninjauan ini kami melihat kondisi jalan yang terbatas tentu berpengaruh terhadap kemudahan masyarakat memperoleh kebutuhan dasar, termasuk makanan bergizi, vitamin maupun susu,” kata Denny di Balangan, Kamis.

Denny menerangkan, hasil pendataan menunjukkan masih terdapat sejumlah faktor risiko di antaranya belum memiliki jamban, sanitasi yang belum memadai, serta lokasi tempat tinggal yang sulit dijangkau dan menjadi perhatian bersama.

Sementara Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Pertama wilayah binaan Binuang Santang M Ramadhani Mubarak, menyebutkan hasil pendataan akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah intervensi.

"Kami mendata kondisi di lapangan terlebih dahulu, kemudian hasilnya akan ditindaklanjuti oleh dinas terkait sesuai kewenangannya dengan harapan akses jalan, air bersih dan fasilitas sanitasi di desa ini bisa semakin baik," sebutnya.

Diketahui kegiatan tersebut merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten dan desa di Indonesia untuk memastikan data keluarga berisiko stunting akurat dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Pewarta: Ragil Darmawan
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.