Pemkab Bangka Barat bangun Mentok sebagai kota wisata sejarah - ANTARA News Bangka Belitung

Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membangun Mentok sebagai kota wisata sejarah agar semakin menarik dikunjungi wisatawan dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

"Berbagai pembangunan fisik sudah kita laksanakan selama beberapa tahun ini, bahkan saat ini pemerintah juga sedang membangun dan menata ulang kawasan Taman Lokomobil dan Lapangan Gelora agar semakin menarik dan nyaman dikunjungi," kata Bupati Bangka Barat Markus di Mentok, Senin.

Menurut dia, pembangunan dan penataan ulang kawasan Taman Lokomobil dan Lapangan Gelora yang berada di pusat Kota Mentok disiapkan pemerintah agar nantinya mampu menjadi magnet kuat terhadap kemajuan pariwisata daerah.

Hal ini dikatakan Markus pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten bangka Barat dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-292 Kota Mentok yang berlangsung di Gedung Mahligai Betason Kantor DPRD kabupaten setempat.

Menurut dia, esensi dari Mentok sebagai salah satu Kota Pusaka di Indonesia adalah Mentok yang memiliki banyak warisan budaya, tradisi dan sejarah merupakan pusaka untuk masa depan.

"Status Mentok sebagai kota pusaka bukanlah sekadar sebuah fosil masa lalu yang statis, namun pusaka sebagai modal sosial, identitas dan fondasi dasar bagi arah pembangunan berkelanjutan. Kita sedang bertransformasi menjadikan Mentok sebagai kota modern, inklusif, cerdas dan berdaya saing tanpa sedikitpun mencabut akar budaya yang membentuk jati diri kita," katanya.

Menurut dia, penekanan tema Mentok Untuk Semua adalah sebuah refleksi dari keadilan sosial dan semangat kebersamaan, dalam hal ini Pemkab Bangka Barat berkomitmen memastikan derap pembangunan yang dilakukan bersifat inklusif, pembangunan menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, melintasi batas suku, agama, dan latar belakang sosial.

"Kota Mentok harus menjadi rumah yang ramah, aman, adil dan menjanjikan kesejahteraan bagian setiap warganya," ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir, berkat sinergisitas yang kuat dan solid bersama DPRD Kabupaten kita telah mewariskan kemajuan nyata di berbagai sektor, antara lain proses revitalisasi cagar budaya untuk mendukung wisata sejarah, memperkuat perekonomian berbasis UMKM, menata ekonomi kreatif serta menata infrastruktur publik yang ramah bagi semua golongan, termasuk ramah anak, warga lanjut usia dan disabilitas.

"Tantangan masa depan menuntut kita untuk melepaskan ego sektoral karena kita membutuhkan kontribusi dari setiap elemen masyarakat guna mewujudkan visi besar ini. Untuk itu, saya mengajak pihak jajaran birokrasi, aparat keamanan, swasta, para tokoh masyarakat dan generasi muda untuk terus bergotong-royong, mari kita buktikan Mentok mampu bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan baru yang tetap berwajah humanis dan berbudaya, dalam hal ini sinergisitas antara eksekutif dan legislatif menjadi jangkar utama bagi jalannya roda pemerintahan," katanya.

Menurut dia, Mentok dalam usia 292 tahun merupakan sebuah perjalanan panjang yang sarat akan nilai sejarah, perjuangan, dan kebudayaan, kota ini bukan sekadar pusat administrasi atau titik geografis melainkan sebuah ruang peradaban yang kaya.

Sejarah mencatat Mentok telah memainkan peran penting sejak jaman kesultanan, era penambangan timah dunia, hingga saksi bisu pengasingan pra pendiri bangsa yang menegaskan peran sentral kota ini bagi kemerdekaan Republik Indonesia.

"Momentum peringatan Hari Jadi ke-292 Kota Mentok ini membawa pesan mendalam bagi kita semua sebagaimana tema yang diusung "Dari Pusaka Untuk Masa Depan, Mentok Untuk Semua", ini sebuah momentum komitmen dan arah kompas pembangunan kita, dari akar sejarah yang kuat kita menarik energi untuk melompat menuju masa depan gemilang. Kita bersama-sama berupaya agar cita-cita luhur para pendiri kota ini dapat terus kita rawat dan wujudkan," katanya.

Ketua DPRD kabupaten Bangka Barat Badri Syamsu mengajak masyarakat menjadikan momentum ini untuk memperkuat pembangunan tanpa meninggalkan sejarah dan budaya yang menjadi identitas kota.

"Mentok memiliki perjalanan panjang yang sarat sejarah, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga Kota Mentok dengan melestarikan dan berbenah diri agar kota kebanggaan ini menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang," katanya.

Menurut dia, masih banyak pekerjaan yang perlu diselesaikan bersama, karena pembangunan tidak cukup dinilai dari pembangunan infrastruktur atau fisik, tetapi juga harus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat," katanya.

Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.