Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membentuk Tim Relawan Api di 10 desa, Kecamatan Parittiga sebagai upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sering terjadi di daerah itu.
"Musim kemarau masih terus berlangsung dan ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla semakin meningkat, sementara kekeringan mulai berdampak terhadap kebutuhan air bersih masyarakat. Itu berbagai permasalahan yang kita hadapi saat ini," kata Camat Parittiga Adhian Zulhajjany di Bangka Barat, Rabu.
Ia mengatakan kesiapsiagaan menghadapi karhutla dan kekeringan di tingkat Kecamatan Parittiga merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), kepala desa, dan tokoh masyarakat.
Menurut dia, pihaknya membentuk Tim Relawan Api di tingkat desa untuk mendeteksi sekaligus melaporkan temuan titik-titik api karhutla.
"Relawan ini akan memberikan informasi cepat apabila menemukan titik api di wilayah desa masing-masing agar bisa segera ditindaklanjuti secara cepat, tepat dan akurat, sehingga api tidak meluas," katanya.
Selain itu, para relawan juga diminta melakukan pemetaan wilayah masing-masing untuk memudahkan akses jalan menuju lokasi dan sumber air terdekat jika terjadi karhutla.
Ia menyampaikan pemetaan penting dilakukan untuk mempercepat respons saat terjadi kebakaran karena penanganan cepat saat api masih kecil dinilai mampu mencegah kebakaran meluas dan berdampak besar.
Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan TNI dan perusahaan swasta yang memiliki armada pemadam kebakaran dan tangki air yang siap digunakan untuk memadamkan karhutla ataupun penyaluran air bersih bagi warga sekitar.
"Semuanya dapat dimanfaatkan dan dioperasikan untuk penanganan karhutla dan bisa juga dimanfaatkan untuk distribusi air bersih ke warga yang kesulitan air bersih selama musim kemarau," katanya.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, kata dia, maka para kepala desa diminta segera mendata warga yang membutuhkan air bersih, pendataan mencakup jumlah warga, wilayah terdampak dan perkiraan kebutuhan air.
Ia meminta warga meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di lahan yang sudah kering.
Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.