Madura Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur memberikan pendampingan psikologis pada santri yang menjadi korban pelecehan seksual oknum tokoh agama di salah satu pondok pesantren di wilayah itu.
Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Bangkalan, Sudiyo di Bangkalan, Kamis, mengatakan, langkah itu dilakukan, karena korban kini mengalami gangguan mental.
"Ada empat orang santri yang kami beri pendampingan. Mereka semuanya merupakan korban pelecehan tokoh agama pengasuh pondok pesantren tempat mereka menimba ilmu," katanya.
Menurut dia, santri yang menjadi korban pelecehan seksual oknum itu semuanya di bawah umur
"Ada dua orang psikolog yang kami datangkan secara khusus untuk memberikan pendampingan. Selain memberikan pendampingan langsung ke rumah korban, tim ini juga mendampingi korban saat menjalani pemeriksaan di kepolisian," kata Sudiyo.
Pemkab Bangkalan juga membantu biaya visum korban dengan memaksimalkan kondisi anggaran yang ada.
Selain itu, Pemkab Bangkalan juga menyediakan rumah aman bagi para korban agar merasa aman dari pelaku dan intimidasi lingkungan sekitarnya.
Kasus pelecehan seksual yang menimpa santri mencuat dan diproses secara hukum, atas laporan keluarga korban ke aparat kepolisian Polres Bangkalan.
Menurut Kepala DKBP3A Bangkalan Sudiyo, tempat kejadian perkara kasus pelecehan seksual santri di Bangkalan itu terjadi di Kecamatan Tragah, beberapa hari lalu dan kini kasusnya telah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Bangkalan.
Kasus ini merupakan kasus kedua. Sebelumnya kasus serupa juga terjadi di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Galis, Bangkalan, dan kasus tersebut ditangani langsung oleh Polda Jatim.
Pewarta: Abd Aziz
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.