Pemkab Kulon Progo menggelar Manunggal Fair 2026 promosikan produk lokal
Senin, 21 September 2026 20:25 WIB
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan. (ANTARA/HO-Humas Pemkab Kulon Progo)
Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan gelaran tahunan Manunggal Fair 2026 untuk memeriahkan Hari Jadi Ke-75 Kabupaten Kulon Progo, sekaligus mempromosikan potensi dan inovasi produk lokal wilayah tersebut.
Direktur Perumda Aneka Usaha sekaligus Ketua Penyelenggara Manunggal Fair 2026 Muhammad Nasta'in di Kulon Progo, Senin, mengatakan agenda tersebut dipusatkan di Alun-Alun Wates mulai 25 September hingga 7 Oktober 2026.
"Kami menargetkan sebanyak 312 tenan dalam Manunggal Fair 2026 dengan target 100 ribu pengunjung. Berkaca dari pelaksanaan Manunggal Fair 2025, kami menargetkan omset minimal Rp7 miliar dari pelaksanaan tahun ini," kata Nasta'in.
Ia mengatakan sebanyak 312 tenan yang dihadirkan terbagi dalam berbagai kategori. Porsi terbesar diperuntukkan bagi UMKM binaan Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinperinkop-UKM) Kulon Progo sebanyak 125 stan.
Selanjutnya, terdapat 112 stan umum, 38 stan organisasi perangkat daerah (OPD), 23 stan untuk Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-Alun Wates, serta 14 stan VIP. Acara juga akan disemarakkan dengan berbagai perlombaan dan hiburan.
"Manunggal Fair 2026 mengusung tema "Satu Rasa, Satu Jiwa, dari Kulon Progo untuk Indonesia" untuk mempromosikan potensi dan inovasi produk lokal Kulon Progo ke tingkat nasional sekaligus meningkatkan perekonomian pelaku usaha lokal," katanya.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menilai Alun-Alun Wates merupakan lokasi yang representatif karena menjadi pusat kegiatan publik sekaligus ikon daerah.
"Manunggal Fair menjadi wahana bagi masyarakat untuk memperoleh informasi terkait pelaksanaan dan perencanaan pembangunan daerah, sekaligus sebagai sarana hiburan," kata Agung.
Ia mengimbau panitia agar memprioritaskan keamanan, ketertiban, kebersihan lingkungan, serta pengaturan lalu lintas dan perparkiran selama kegiatan berlangsung.
"Pengaturan parkir jangan sampai memenuhi jalan agar tetap bisa diakses kendaraan kedaruratan. Selain itu, sampah harus dibersihkan setiap malam usai kegiatan," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026