DIY menjadi tuan rumah Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia 2026
Senin, 21 September 2026 20:28 WIB
Doa bersama sebelum konferensi pers kesiapan Taman Budaya Yogyakarta sebagai tuan rumah Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia tahun 2026 di Yogyakarta. Senin (21/9/2026). ANTARA/Hery Sidik.
Yogyakarta (ANTARA) - Taman Budaya Yogyakarta yang menjadi bagian dari Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV pada 28 September-1 Oktober 2026.
"Sebanyak 17 Taman Budaya dari berbagai daerah di Indonesia akan hadir untuk berbagi pengalaman, gagasan, serta mempresentasikan karya seni pertunjukan dari daerah masing-masing di Taman Budaya Yogyakarta," kata Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi dalam konferensi pers di Yogyakarta, Senin.
Menurut dia, perjumpaan para pelaku seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia melalui Temu Karya Taman Budaya tersebut mengusung tema Gyaning Rasa Mantraning Nusantara dan slogan Srawung Karya, Gulawenthah Budaya.
Dia mengatakan Temu Karya Taman Budaya merupakan wadah pertemuan antartaman budaya dari berbagai provinsi di Indonesia untuk memperkuat jejaring, membuka ruang pertukaran karya dan gagasan, serta mendorong kolaborasi dalam pengembangan seni dan budaya.
"Melalui pertemuan ini, Taman Budaya tidak hanya menjadi ruang presentasi karya, tetapi juga menjadi ruang dialog dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan serta pengembangan ekosistem kebudayaan," katanya.
Dia mengatakan tema Gyaning Rasa Mantraning Nusantara dalam Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia tersebut merefleksikan perjumpaan pengetahuan, rasa, dan kekuatan budaya Nusantara.
"Sementara slogan Srowung Karya, Gulawenthah Budaya menegaskan semangat untuk mempertemukan karya sekaligus merawat, mengembangkan dan meregenerasikan kebudayaan melalui interaksi antardaerah," katanya.
Melalui penyelenggaraan Temu Karya Taman Budaya diharapkan dapat menjadi ruang srawung kebudayaan yang mempertemukan berbagai gagasan, karya, pengalaman, dan praktik pengelolaan kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia.
"Lebih dari sekadar perhelatan seni, Temu Karya diharapkan dapat memperkuat jejaring antar-taman budaya, membuka peluang kolaborasi, serta mendukung upaya pemajuan kebudayaan nasional melalui penguatan jejaring, kolaborasi, dan sinergi," katanya.
Rangkaian Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV akan diawali dengan Pembukaan Pameran Seni Rupa Difabel Suluh Sumurup Art Festival pada 24 September 2026 di ruang galeri Taman Budaya Yogyakarta.
Sementara pada malam harinya, Komunitas Playon Jogja bersama perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) DIY akan meramaikan rangkaian kegiatan melalui agenda Thursday Night Run.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026