Pemkab Pati usulkan pembuatan sudetan Sungai Juwana
Senin, 27 Juli 2026 21:44 WIB
Pelaksana tugas Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat membuka Festival Kali Juwana ke-7 Tahun 2026 bertema Gerakan Budaya Ekologis, Sungai Waras, Masyarakat Waras di Sekretariat Jampisawan, Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (27/7/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkab Pati.
Pati (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengusulkan pembuatan sudetan Sungai Juwana sepanjang 11 kilometer menuju laut, sebagai salah satu solusi mengatasi genangan banjir yang selama ini dilanda banjir setiap musim hujan.
"Kami sudah berkomunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, termasuk dengan kementerian terkait, sehingga kami terus mengawal usulan tersebut agar bisa direalisasikan secepatnya," kata Pelaksana tugas Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat membuka Festival Kali Juwana ke-7 Tahun 2026 bertema Gerakan Budaya Ekologis, Sungai Waras, Masyarakat Waras di Sekretariat Jampisawan, Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana, Senin.
Ia mengatakan Pemkab Pati terus membangun koordinasi dengan BBWS agar pelaksanaan sudetan Sungai Juwana dapat segera direalisasikan. Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan penanganan sungai melalui normalisasi dan pengadaan alat berat.
"Kami terus berkoordinasi dengan BBWS untuk pelaksanaan sudetan Sungai Juwana, sekitar 11 kilometer dengan lebar sungai hingga 50-an meter untuk mengurangi dampak banjir di wilayah Juwana," ujar Chandra.
Sudetan sungai tersebut dimulai dari wilayah Desa Sinoman Widodo hingga Wedarijaksa, sehingga bisa langsung terbuang ke arah laut Jawa.
Usulan pembuatan sudetan sungai, di antaranya karena aliran Sungai Juwana menghadapi banyak kendala. Mulai dari parkir kapal hingga pendangkalan aliran sungai serta tumbuhnya tanaman enceng gondok yang mengganggu aliran air.
Menurut dia, semua persoalan tersebut memerlukan kolaborasi lintas sektor agar penyelesaiannya lebih efektif.
"Enceng gondok jangan hanya dipandang sebagai masalah. Tanaman ini bisa diolah menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomi dan membuka peluang usaha bagi masyarakat," ujarnya.
Menurut dia, Sungai Juwana memiliki fungsi strategis bagi kehidupan masyarakat. Selain menopang sektor pertanian, sungai juga menjadi penopang perikanan, penyedia air bersih, sekaligus memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata apabila dikelola dengan baik.
Karena itu, kata dia, kelestariannya harus kita jaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang.
Sementara itu, Ketua Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan) Sunadi menjelaskan Festival Kali Juwana ke-7 menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam membangun gerakan budaya ekologis untuk memulihkan Sungai Juwana.
Kegiatan tersebut, kata dia, juga dirancang sebagai media edukasi lingkungan bagi generasi muda melalui rembuk lintas iman, pelatihan biotilik, dan lomba poster lingkungan.
Peserta kegiatan meliputi masyarakat Kecamatan Juwana, pimpinan instansi, peserta festival, komunitas Jampisawan, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.