Pemkab-Polres Kulon Progo memperkuat kesiapsiagaan hadapi ancaman El Nino

Pemkab-Polres Kulon Progo memperkuat kesiapsiagaan hadapi ancaman El Nino

Senin, 10 Agustus 2026 23:39 WIB

Image Print

Wabup Kulon Progo Ambar Purwoko memberi keterangan kesiapsiagaan menghadapi ancaman El Nino di Kulon Progo, Senin (10/8). (ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama unsur TNI, Polri, dan instansi terkait memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman El Nino berkepanjangan, mulai dari potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga krisis air bersih dan ketahanan pangan.

Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko di Kulon Progo, Senin, menyatakan seluruh jajaran Forkopimda telah menggelar apel bersama guna memastikan keamanan, kenyamanan, serta kesiapan dalam menanggulangi dampak kekeringan di wilayah tersebut.

"Hari ini kita berkumpul bersama jajaran TNI, Polri, dan lintas sektor untuk menyikapi El Nino yang berkepanjangan. Apel ini untuk menunjukkan kesiapsiagaan bersama dalam menjamin keamanan, kenyamanan, serta menanggulangi karhutla," kata Ambar.

Terkait status kebencanaan, Ambar mengungkapkan bahwa Pemkab Kulon Progo telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), BMKG, serta Tim SAR, dan telah menerbitkan surat penetapan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan.

"Kami telah menerbitkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan," katanya.

Meskipun dalam bayang-bayang El Nino, Ambar memastikan bahwa kondisi ketahanan pangan dan sistem irigasi di Kulon Progo saat ini masih dalam kategori aman.

"Alhamdulillah ketahanan pangan saat ini relatif aman. Di beberapa wilayah, khususnya bagian utara, masih ada yang memasuki musim panen dan sebagian masih bisa melakukan musim tanam. Kami berharap kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi tanpa hambatan," ujarnya.

Untuk penanganan jangka pendek krisis air bersih, Forkopimda Kulon Progo telah menyalurkan bantuan (dropping) air bersih ke warga terdampak. Sedangkan untuk jangka panjang, Pemkab Kulon Progo menggalakkan program reboisasi.

"Penanganan jangka panjangnya adalah reboisasi, terutama di wilayah pegunungan utara seperti Kecamatan Kokap, Samigaluh, Kalibawang, dan Girimulyo. Harapannya 5 hingga 20 tahun ke depan anak cucu kita dapat merasakan manfaatnya dan Kulon Progo tidak lagi kekurangan air," tambah Ambar.

Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menyiagakan sebanyak 300 personel terlatih di tingkat polres hingga polsek jajaran guna mengantisipasi karhutla.

"Peralatan dan SDM sudah kami latih dan siapkan. Selain tindakan antisipasi, kami juga masif melakukan sosialisasi kepada masyarakat karena penyebab kebakaran sering kali bermula dari kelalaian atau aktivitas warga yang tak terduga," kata Ridho.

Ridho mengatakan wilayah pegunungan Bukit Menoreh menjadi area yang paling berpotensi mengalami kebakaran lahan. Baru-baru ini, kejadian kebakaran sempat melanda wilayah Nanggulan namun berhasil dipadamkan dengan cepat.

"Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Hindari membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar secara besar-besaran. Di musim kering ini, percikan api sekecil apa pun dapat memicu kebakaran lahan yang luas," imbau kapolres.

Pewarta : Sutarmi
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026