Aimas (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sorong, Papua Barat Daya, segera membentuk satuan tugas (satgas) penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah memperkuat koordinasi dan penanganan kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sorong Nimrod Sesa di Sorong, Selasa, mengatakan pembentukan satgas tersebut disepakati dalam rapat bersama Kepolisian Resor (Polres) Sorong, TNI dan instansi terkait ada hari ini, guna mengantisipasi potensi karhutla di tengah kondisi cuaca panas.
"Kami sudah sepakat untuk membentuk satgas karhutla di Kabupaten Sorong. Selain itu, kami juga sepakat menyiapkan satu gedung untuk dijadikan posko," katanya.
Ia mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sorong segera menyiapkan rancangan surat keputusan (SK) Bupati terkait pembentukan satgas tersebut.
Menurut dia, struktur dan personel satgas akan segera disusun oleh BPBD bersama Polres Sorong dengan mengacu pada ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat.
"Kami berharap dalam satu atau dua hari ke depan semuanya sudah siap sehingga koordinasi terkait karhutla yang terjadi di Kabupaten Sorong dapat dilakukan dengan lebih baik," ujarnya.
Nimrod mengatakan satgas nantinya tidak hanya melibatkan unsur pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan yang memiliki sumber daya untuk mendukung penanganan karhutla.
Pemerintah daerah akan menginventarisasi jumlah armada pemadam kebakaran, personel, serta sumber daya lainnya yang dapat dikerahkan ketika terjadi kebakaran.
"Kami juga berencana melibatkan masyarakat, pemerintah distrik, termasuk kepala puskesmas, sehingga penanganan dapat dilakukan secara bersama-sama," katanya.
Ia menegaskan satgas karhutla diharapkan tidak hanya bekerja ketika musim kemarau, tetapi tetap siap menghadapi potensi bencana pada musim penghujan.
"Kita berharap musibah tidak terjadi, tetapi kalau pun terjadi kita sudah siap," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan laporan kepolisian, terdapat sekitar 13 titik kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Sorong, yakni empat titik di Distrik Aimas, dua titik di Distrik Mariat, tiga titik di Distrik Mayamuk, satu titik di Distrik Makbon, dua titik di Distrik Moisegen, dan satu titik di Distrik Segun.
Nimrod mengatakan pemerintah daerah belum dapat memastikan luas lahan yang terdampak karena penanganan kebakaran selama ini dilakukan secara parsial oleh masing-masing instansi.
"Secara pasti jumlah hektare yang terdampak belum kami inventarisasi. Dengan terbentuknya satgas nanti, kita akan lebih mudah melakukan pendataan secara menyeluruh," katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama membuang puntung rokok atau meninggalkan api setelah melakukan aktivitas di kebun.
"Kalau berkebun, pastikan sebelum meninggalkan lokasi api sudah benar-benar padam. Jangan sampai masih ada sumber api yang tertinggal," katanya.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.