Pemkot prioritaskan lima komoditas hortikultura program Palu Mapan untuk kesejahteraan rakyat

Pemkot prioritaskan lima komoditas hortikultura program Palu Mapan untuk kesejahteraan rakyat

Kamis, 3 September 2026 06:06 WIB

Image Print

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Palu Rahmad Mustafa (kanan) menjadi narasumber dalam program siniar bincang bersama ANTARA di Kota Palu. ANTARA/Rangga Musabar

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah memprioritaskan lima komoditas hortikultura dimasukkan ke dalam program inovasi Palu Mandiri dan Tangguh Pangan (Palu Mapan) sebagai bagian dari langkah peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Lima komoditas prioritas tanaman untuk program Palu Mapan yakni cabai, tomat, bawang merah, kangkung dan sawi," kata Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palu Rahmad Mustafa di Palu, Rabu.

Ia menjelaskan pengembangan komoditas hortikultura diarahkan pada lahan-lahan kritis maupun pekarangan rumah warga di 46 kelurahan di ibu kota Sulawesi Tengah, melalui metode pengelolaan urban farming atau model pertanian perkotaan.

Ia menjelaskan upaya optimalisasi pemanfaatan lahan di masing-masing wilayah bagian yang tidak terpisahkan dari program tersebut, untuk penguatan ketahanan pangan daerah maupun pengendalian inflasi.

"Banyak manfaat diperoleh dari program Palu Mapan, selain menjaga ketahanan pangan dan pengendalian inflasi daerah, juga memberikan dampak nilai ekonomis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Menurut dia, pengembangan kawasan perkotaan erat kaitannya dengan alih fungsi lahan.

Ia menjelaskan program Palu Mapan salah satu strategi mempertahankan dan optimalisasi lahan pertanian dari tidak produktif menjadi produktif melalui pendekatan pola pemberdayaan kemitraan serta kolaborasi (partisipasi).

Ia mengatakan program Palu Mapan telah memberikan hasil nyata terhadap masyarakat setempat, di mana sejumlah wilayah telah menikmati hasil panen.

Di Kelurahan Duyu, ia mencontohkan, telah memanen sekitar 4 ribu kilogram bawang merah di atas lahan seluas 1.000 meter per segi.

"Artinya lahan sempit terbukti bisa dioptimalkan. Selain itu pemerintah juga membantu pemasaran hasil panen, termasuk pendampingan pengelolaan lahan lewat penyuluh pertanian," katanya.

Guna mengoptimalkan pelaksanaan program, Pemkot Palu melakukan evaluasi secara bertahap untuk mengetahui kendala masyarakat di lapangan maupun keberhasilan yang sudah dicapai, supaya intervensi lanjutan lebih terarah serta tepat sasaran.

"Pemerintah optimis program inovasi ini memberikan dampak terhadap kekuatan pangan daerah ke depan," ucap Rahmad.

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026