Pemprov Bali mulai pasok bantuan air antisipasi kemarau - ANTARA News Bali

Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengantisipasi kekeringan akibat kemarau panjang dengan mengoptimalkan bantuan air bersih.

“Sekarang kita sedang menghadapi situasi kemarau, bisa berpotensi terjadinya bencana kekeringan dan keterbatasan sumber daya air, jadi BPBD sudah melakukan koordinasi persiapan, cek semua alat, kita lihat bersama-sama di mana ada masyarakat kekurangan air, maka akan diberikan bantuan air bersih kepada masyarakat,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bali Dewa Made Indra di Denpasar, Senin.

Ia menyampaikan penyaluran air bersih secara massal tersebut sudah mulai direalisasikan di sejumlah wilayah yang melaporkan penurunan pasokan air.

"Maka sudah ada, sudah mulai, sudah dilaksanakan di beberapa kabupaten, antara lain Buleleng, di Bangli,” ucapnya.

Sekda menegaskan penanganan krisis air di lapangan terus berlangsung secara bersambung di bawah koordinasi lintas dinas.

Pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan konsumsi harian lewat air bersih, tetapi juga menjaga keandalan pengairan lahan pertanian agar tidak berujung gagal panen.

Dinas Pertanian dipastikan sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, kemudian memetakan sumur bor-sumur bor yang bisa diaktifkan.

“Yang mana bisa dibuatkan bor, sudah dipetakan semua dan sudah dikerjakan, tapi ini kan berlangsung terus, kita berharap ya kemarau panjang ini bisa tidak terlalu lama dan kita bisa segera memasuki musim hujan ya,” kata Sekda Bali.

Upaya konkret Pemprov Bali ini memperkuat pemetaan BPBD Bali yang mencatat sebanyak 529 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan hingga pertengahan Agustus 2026.

Penurunan pasokan air melanda sejumlah titik seperti Desa Sinabun (Buleleng), kawasan Pendem, Asahduren, Manistutu (Jembrana), hingga Desa Baturinggit (Karangasem).

Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyampaikan guna menopang instruksi sekda, pengerahan armada tangki air terus ditingkatkan.

Hingga saat ini, sebanyak 305.000 liter air bersih telah disalurkan ke masyarakat, mencakup 158.000 liter di Buleleng, 137.000 liter di Jembrana, dan 10.000 liter di Karangasem.

Selain penyaluran langsung, mitigasi teknis di lapangan disokong dengan penguatan sarana pendukung seperti pembenahan sarana pipanisasi serta penyiapan mesin pompa air di daerah rawan kekeringan dan area rawan kebakaran hutan lahan (karhutla).

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.