Pemprov Papua Pegunungan dorong kerukunan berbangsa melalui kegiatan budaya

Pemprov Papua Pegunungan dorong kerukunan berbangsa melalui kegiatan budaya

Rabu, 12 Agustus 2026 19:44 WIB

Image Print

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Isak Yando diwawancarai wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya terkait penyelenggaraan karnaval budaya nusantara.ANTARA/Yudhi Efendi.

Wamena (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan (Papeg) mendorong kerukunan berbangsa dan bertanah air melalui kegiatan-kegiatan budaya yang dilaksanakan pemerintah daerah delapan kabupaten di wilayah setempat.

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Isak Yando di Wamena, Selasa, mengatakan kegiatan festival budaya nusantara yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya dapat memperkuat kerukunan berbangsa di daerah ini.

“Karnaval budaya nusantara yang dilaksanakan oleh Pemkab Jayawijaya kami dari Pemprov Papua Pegunungan sangat mengapresiasi kegiatan tersebut karena mampu memperkuat nilai-nilai kerukunan antar anak bangsa di daerah ini,” katanya saat menghadiri kegiatan karnaval budaya nusantara mewakili Gubernur Papua Pegunungan John Tabo

Menurut dia, program semacam ini untuk dapat terus dilanjutkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya Atenius Murib-Ronny Elopere sehingga memberikan kedamaian bagi seluruh warga Indonesia di daerah tersebut.

“Kami berharap kegiatan karnaval budaya nusantara dapat dilakukan terus oleh bupati dan wakil bupati sehingga sesama anak bangsa di daerah ini saling mengenal budaya saudara-saudara dari daerah lain di Indonesia sehingga lebih memperkuat kerukunan antar satu dan lain,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kegiatan semacam ini juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM yang terlibat dalam kegiatan ini.

“Kami lihat kegiatan ini memiliki nilai positif karena selain memperkuat komunikasi antar anak bangsa, tetapi juga dapat meningkatkan ekonomi melalui berbagai produk yang dijual di lapak-lapak UMKM,” katanya.

Dia menambahkan kebersamaan, toleransi antar suku dan agama sangat diperlukan dalam menciptakan situasi kedamaian dan ketenteraman di Papua Pegunungan khususnya Kabupaten Jayawijaya.

“Kabupaten Jayawijaya sebagai ibu kota provinsi sehingga harus terus bertumbuh, berkembang dan memberikan contoh yang baik bagi daerah lain di Papua Pegunungan dalam pembinaan kerukunan antar suku, agama dan nilai-nilai budaya,” ujarnya.

Pewarta : Yudhi Efendi
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026