Bangkok -
Ratusan penumpang asal Korea Selatan terlantar lebih dari 14 jam di Bandara Suvarnabhumi setelah penerbangan Thai Airways yang mereka tumpangi berulang kali ditunda.
Gangguan penerbangan terjadi sejak Minggu (27/9) malam. Banjir membuat sejumlah ruas jalan terendam dan kemacetan parah, sehingga sebagian kru serta petugas layanan darat maskapai kesulitan mencapai bandara tepat waktu.
Kondisi tersebut kemudian berdampak pada jadwal penerbangan. Dikutip dari VN Express, Selasa (29/9) salah satu penumpang bernama Kim dijadwalkan terbang pulang bersama tujuh anggota keluarganya menggunakan Thai Airways pada Minggu pukul 23.10 waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, penerbangan tersebut awalnya ditunda menjadi pukul 01.40 pada Senin (28/9). Penundaan pun kembali terjadi, jadwal penerbangan kemudian digeser menjadi pukul 03.00, 04.00, hingga akhirnya 06.10.
Kim mengatakan keluarganya telah menunggu lebih dari 14 jam tanpa mendapatkan pemberitahuan yang jelas mengenai kondisi penerbangan.
Penundaan penerbangan dan keterlambatan bagasi di Suvarnabhumi telah terjadi sejak Senin. Thai Airways menyebut banjir membuat sebagian petugas layanan darat tidak dapat mencapai tempat kerja sehingga operasional penerbangan ikut terdampak.
Dampaknya juga dirasakan penumpang yang baru tiba di Bangkok. Penanganan bagasi terganggu dan sejumlah koper dari beberapa penerbangan dilaporkan masih belum diambil oleh pemiliknya.
Bandara Suvarnabhumi bekerja sama dengan Thai Airways untuk menambah jumlah petugas layanan darat serta memperbaiki atau mengganti peralatan yang mengalami kerusakan. Bandara utama Bangkok itu tetap beroperasi, tetapi otoritas pariwisata mengimbau traveler menyediakan waktu tambahan dua hingga tiga jam dalam perjalanan mereka.
Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur Bangkok selama beberapa hari. Lebih dari 330 milimeter hujan tercatat turun di ibu kota Thailand pada Kamis hingga Minggu, menyebabkan sejumlah kawasan terendam.
Menurut Bangkok Metropolitan Administration, banjir tersebut berdampak terhadap sekitar 52.000 rumah tangga. Sekitar 4.900 warga yang terdampak juga telah mengungsi ke lebih dari 200 sekolah, kuil, dan pusat evakuasi lainnya.
Gangguan itu terjadi ketika Bangkok tengah menghadapi periode kunjungan wisatawan yang penting. Kondisi banjir dan terganggunya akses menuju bandara pun tidak hanya berdampak pada warga setempat, tetapi juga wisatawan yang harus menyesuaikan rencana perjalanan mereka.
(upd/wsw)