Pengamat Minta John Herdman Tak Usah Mimpi Piala Dunia, Fokus Bikin Timnas Indonesia Kompetitif di Elite Asia

Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat sepak bola Anton Sanjoyo atau Bung Joy meminta pelatih Timnas Indonesia John Herdman lebih fokus membangun kekuatan Skuad Garuda di level elite Asia. Menurutnya, Herdman belum perlu terlalu jauh berbicara mengenai target Piala Dunia karena masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan di level Asia.

Pernyataan tersebut disampaikan Bung Joy setelah perjalanan Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026 terhenti di fase grup. Indonesia gagal melaju ke semifinal setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Singapura di Jalan Besar Stadium, Kallang, Jumat, 7 Agustus 2026.

Indonesia sempat unggul lebih dulu melalui gol Ragnar Oratmangoen pada menit ke-46. Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan setelah Ilhan Fandi mencetak gol penyama kedudukan untuk Singapura pada menit ke-65.

Hasil itu membuat Timnas Indonesia finis di peringkat ketiga Grup A dan gagal mencapai semifinal. Kegagalan tersebut menjadi sorotan karena Skuad Garuda datang dengan materi yang cukup mewah, termasuk 12 pemain naturalisasi.

Bung Joy menilai Herdman masih memiliki pekerjaan besar untuk meningkatkan level permainan Timnas Indonesia. Menurutnya, kekalahan telak dari Vietnam menjadi salah satu indikator bahwa Indonesia masih harus banyak berbenah jika ingin benar-benar bersaing dengan negara-negara terbaik di Asia.

"Karena sejauh ini kita baru diuji, betul-betul diuji sebetulnya oleh Vietnam, dan kalah. Kalahnya jauh, di kandang pula," kata Bung Joy dalam acara di YouTube Ruang Publik, dikutip Minggu, 23 Agustus 2026.

Menurut Bung Joy, target yang dibangun untuk Herdman seharusnya tidak langsung diarahkan kepada Piala Dunia. Ia menilai pelatih asal Kanada tersebut lebih dulu harus membuat Timnas Indonesia mampu bersaing secara kompetitif ketika menghadapi tim-tim papan atas Asia.

"Sebetulnya dia dibayar mahal itu untuk membuat tim ini paling maksimal bisa berbicara lebih banyak di level elite Asia, enggak usah mimpi Piala Dunia deh," tutur Bung Joy.

Bung Joy bahkan memberikan gambaran mengenai standar yang menurutnya harus dicapai Timnas Indonesia. Ia ingin Skuad Garuda mampu menghadapi Jepang, Australia, dan Korea Selatan dengan permainan yang lebih kompetitif.

"Paling enggak, enggak kalah-kalah amat lawan Jepang, enggak kalah-kalah amat lawan Australia, enggak kalah-kalah amat lawan Korea Selatan," katanya.

Penilaian tersebut menunjukkan persoalan Timnas Indonesia bukan hanya mengenai hasil akhir pertandingan. Menurut Bung Joy, peningkatan level permainan secara keseluruhan menjadi pekerjaan penting agar Indonesia tidak hanya mampu bersaing di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga memiliki daya saing ketika menghadapi tim elite Asia.

Selain kualitas pemain utama, Bung Joy turut menyoroti kedalaman skuad Timnas Indonesia. Ia menilai kualitas pemain pelapis yang berasal dari kompetisi Super League masih belum cukup untuk menjaga level permainan ketika pemain utama tidak tersedia.

"Jadi kalau kita bicara kualitas layer (pemain pelapis) kita, ya masih jauh dari harapan untuk bicara banyak di elite Asia," ujar Bung Joy.

Masalah kedalaman skuad menjadi penting karena persaingan di level Asia membutuhkan lebih dari sekadar sebelas pemain utama. Timnas Indonesia membutuhkan lapisan pemain yang memiliki kualitas relatif seimbang agar performa tidak turun terlalu jauh ketika terjadi rotasi, cedera, atau pemain utama tidak dapat tampil.

Baca Juga: Pep Guardiola Mau Jadi Pelatih Timnas Indonesia?

Kegagalan di Piala AFF 2026 pun menjadi bahan evaluasi bagi Herdman dan tim pelatih. Materi pemain yang semakin kuat harus diikuti dengan peningkatan organisasi permainan, konsistensi, serta kualitas pemain pelapis agar target yang lebih tinggi dapat dikejar secara realistis.

Timnas Indonesia sendiri belum pernah menjadi juara Piala AFF sejak turnamen tersebut digelar pada 1996. Prestasi terbaik Skuad Garuda adalah enam kali menjadi runner-up pada edisi 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020.

Bagi Bung Joy, membangun Timnas Indonesia menjadi kekuatan yang diperhitungkan di Asia seharusnya menjadi prioritas sebelum kembali memasang target besar di level dunia. Dengan fondasi yang lebih kuat dan kemampuan bersaing melawan tim elite Asia, peluang Indonesia untuk melangkah lebih jauh di masa depan pun akan semakin terbuka.