Kamis, 03 September 2026, 18:30 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Filbert Patrick, trader berusia 19 tahun, mencuri perhatian di panggung Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2026 setelah keluar sebagai juara pertama kompetisi live trading Traders Royale 2026. Ia berhasil mengungguli 18 trader berpengalaman dalam kompetisi tersebut.
Kemenangan itu menjadi titik penting dalam perjalanan Filbert di pasar kripto yang dimulainya sejak usia muda. Ia mengaku tidak banyak orang yang percaya dengan arah yang dipilihnya.
“Banyak orang tidak benar-benar percaya dengan apa yang saya tuju,” ujar Filbert usai menerima penghargaan.
Filbert mulai mengenal pasar kripto pada 2021 dengan memanfaatkan uang jajannya. Namun, langkah awal tersebut berakhir ketika pasar memasuki fase bear market. Alih-alih berhenti, ia terus mencari pengalaman melalui berbagai aktivitas.
Pada 2023, Filbert mencoba menjalankan bisnis pakaian, tetapi usaha tersebut gagal akibat konflik dengan mitra. Setahun kemudian, ia masuk ke industri asuransi dan bekerja sebagai community manager. Di tengah aktivitas tersebut, ia tetap mempelajari pasar keuangan.
Ketertarikannya terhadap teknologi dan dunia trading sebenarnya telah tumbuh lebih awal. Pada 2020, dengan modal sekitar Rp600.000, Filbert bertemu seorang mentor anonim asal Bali melalui Discord. Keduanya terhubung karena memiliki ketertarikan terhadap komputer dan teknologi.
Seiring waktu, ia mendalami sejumlah sektor dalam ekosistem kripto. Filbert mempelajari NFT pada 2022, kemudian DeFi sepanjang 2022–2023. Pada 2024–2025, fokusnya bergeser ke memecoin, sebelum kini berkonsentrasi pada margin trading dan memecoin berbasis DEX.
Perjalanan tersebut juga dibentuk oleh pengalaman pribadi. Pada 2021, Filbert kehilangan ayahnya. Berasal dari keluarga broken home, peristiwa tersebut membuatnya merasa memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi pemimpin keluarga.
Tekanan kembali datang pada akhir 2025 ketika keluarganya menghadapi persoalan finansial. Filbert mengatakan kondisi tersebut justru mendorongnya meningkatkan kemampuan dan berupaya mengubah keadaan.
Pengalaman itu kemudian menjadi salah satu alasan Filbert membangun Underdogs Community, komunitas bagi trader muda dengan filosofi Turn the Odds, Compound the Difference. Komunitas tersebut mengusung pendekatan asymmetric bet dan risk management dalam aktivitas trading.
“Kami membangun komunitas sehat. Alpha play jarang orang tahu karena riset berbasis data dan informasi, bukan ikut-ikutan,” jelasnya.
Filbert juga menilai pasar keuangan perlu dipahami secara serius, bukan dijadikan sarana untuk menjual janji keuntungan instan. Menurut dia, pengalaman yang dijalaninya dapat menjadi gambaran bagi anak muda yang menghadapi tekanan ekonomi.
“Cerita saya justru lebih relate bagi kita semua. Dalam kondisi ekonomi seperti ini, saya ingin menunjukkan bahwa financial market bisa menjadi jalan keluar,” ujarnya.
Baca Juga: Kripto Jadi Primadona Anak Muda, OJK Peringatkan Jangan Asal Beli
Baca Juga: Ngaku Berizin di Luar Negeri, 2 Platform Kripto Ini Malah Diblokir Satgas PASTI
Baca Juga: Transaksi Aset Kripto Capai Rp20,52 Triliun, OJK Catat Penggunanya Sudah 22,93 Juta
Kemenangan di Traders Royale 2026 kemudian memperluas eksposur Filbert di industri kripto. Setelah IDBW 2026, ia hadir di Coinfestasi Asia 2026 di Bali, yang mempertemukan pelaku industri blockchain dari berbagai negara.
Filbert kini dikenal dengan julukan “King Filbert”. Selain menjalankan aktivitas trading, ia mengembangkan Underdogs Community sebagai wadah bagi trader muda untuk belajar dan bertukar informasi mengenai pasar.