Persiapan IGP 2026 Dimatangkan, Indonesia Bidik Jadi Pusat Jetsports Asia-Pasifik Lewat Fondasi World Series

Peluncuran IGP 2026 diumumkan dalam acara Press Release & Media Gathering di Midaz Senayan Golf Lounge, Jakarta, Selasa (28/7/2026). Selain memperkenalkan identitas baru kejuaraan, IJBA juga menjelaskan berbagai langkah persiapan yang dilakukan agar ajang tersebut mampu menarik pembalap terbaik dunia.

Ketua Umum IJBA, Syaiful Aswar, mengatakan perubahan nama kejuaraan dari konsep World Series menjadi Grand Prix, serta penyesuaian jadwal ke awal Desember merupakan hasil pembahasan bersama Presiden International Jet Sports Boating Association (IJSBA), Scott Frazier.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan berbagai aspek, terutama persoalan logistik yang menjadi tantangan utama dalam penyelenggaraan kejuaraan internasional.

"Kami berdiskusi mengenai berbagai kemungkinan, termasuk skenario terburuk yang bisa terjadi. Salah satu pertimbangan terbesar adalah persoalan logistik. Setelah melihat kalender internasional, akhirnya diputuskan bahwa penyelenggaraan dilakukan pada Desember," kata Syaiful.

https://akurat.co/riil/722742/aquabike-jetski-world-championship-2023-akan-datang-ke-danau-toba-128-riders-internasional-hadir

Ia menjelaskan, perubahan jadwal juga berdampak pada penggunaan nama kejuaraan. Sebab, jika kejuaraan di Indonesia ingin menggunakan status World Series, hal tersebut baru bisa mulai diterapkan pada kalender kompetisi tahun 2027.

"Karena itu kami mengganti nama menjadi Grand Prix. Tahun depan Indonesia akan menjadi bagian dari World Series dunia. Itu menjadi target besar kami," katanya.

Syaiful menilai Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu seri penting dalam kalender jetsports dunia. Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu pelopor perkembangan olahraga jetski di Asia.

Kini, IJBA ingin mengambil momentum tersebut dengan mendorong Indonesia menjadi salah satu tuan rumah resmi World Series bersama negara-negara lain.

"Saya meminta kepada federasi internasional agar Indonesia menjadi salah satu World Series dunia. Kami sudah mendapat respons yang sangat baik dari komunitas jetski dunia dan mereka siap datang ke Indonesia," kata pria yang karib disapa Fully tersebut.

Untuk edisi perdana IGP 2026, IJBA memperkirakan akan ada sekitar 40 negara yang ikut ambil bagian. Jumlah tersebut dinilai realistis karena sejalan dengan rata-rata peserta pada kejuaraan internasional di negara lainnya.

Meski demikian, Syaiful mengakui kesiapan infrastruktur masih terus disempurnakan agar mampu menampung seluruh kebutuhan peserta.

"Kami memperkirakan sekitar 40 negara akan datang. Layout arena sedang kami siapkan supaya seluruh negara dapat terakomodasi dengan baik. Jangan sampai ada peserta yang kecewa," ucapnya.

Ia menambahkan, apabila jumlah peserta meningkat hingga mendekati 50 negara, panitia telah menyiapkan sejumlah skenario, termasuk memanfaatkan area hotel sebagai lokasi penempatan kontainer tim dan fasilitas pendukung.

Dari sisi pertandingan, Syaiful memastikan tidak ada perubahan format perlombaan. IGP 2026 tetap mempertandingkan delapan kategori dengan sistem poin seperti kejuaraan internasional lainnya.

Menurutnya, jumlah atlet yang hadir bisa mencapai ratusan orang, namun tidak seluruhnya otomatis tampil di lintasan karena seluruh peserta tetap harus melalui proses kualifikasi (Last Chance Qualifier/LCQ).

"Yang datang bisa 300 sampai 400 orang sebagai peserta. Tetapi yang benar-benar balapan tergantung hasil kualifikasi. Delapan kategori itu masing-masing memiliki batas peserta, sehingga tidak semua yang mendaftar otomatis tampil di race," jelasnya.

Selain menjadi ajang kompetisi internasional, IJBA berharap penyelenggaraan IGP 2026 mampu melahirkan lebih banyak pembalap muda Indonesia yang mampu mengikuti jejak atlet-atlet nasional di level dunia.

Syaiful menyebut kehadiran kejuaraan internasional di Indonesia menjadi salah satu cara efektif untuk memacu regenerasi atlet.

"Salah satu target kami menggelar kejuaraan di Indonesia adalah merangsang lahirnya pembalap-pembalap baru seperti Aero dan Aqsa. Membangun atlet juara dunia membutuhkan proses panjang, dedikasi, serta dukungan penuh dari keluarga," katanya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara IGP 2026 Eka Nugraha menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi internasional, melainkan langkah strategis untuk membangun kalender jetsports dunia yang berkelanjutan.

"Indonesia International Jetsports Grand Prix 2026 merupakan langkah awal menuju penyelenggaraan Indonesia Jetsports World Series mulai 2027. Kami ingin menghadirkan pembalap terbaik dunia ke Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat olahraga jetsports internasional di kawasan Asia-Pasifik," ujar Eka.

Menurutnya, penyelenggaraan IGP 2026 juga diharapkan memberikan dampak luas bagi sektor pariwisata, perhotelan, UMKM, ekonomi kreatif hingga promosi investasi, sehingga memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi sport tourism di tingkat internasional.