Cianjur (ANTARA) - Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat musim kemarau mulai berdampak terhadap pasokan air bersih ke pelanggan di sejumlah wilayah karena beberapa sumber air mengalami penurunan debit terutama air permukaan.
Direktur Perumdam Tirta Mukti Cianjur Syamsul Hadi di Cianjur, Selasa, mengatakan menurunnya pasokan air bersih ke pelanggan di sejumlah wilayah di antaranya di Kecamatan Ciranjang, Sindangbarang, Cilaku, Karangtengah dan Pacet.
Untuk tetap memenuhi pasokan air bersih ke rumah pelanggan dan sejumlah wilayah terdampak kemarau dilakukan suplai air menggunakan truk tangki, meski diakui belum maksimal karena terbatasnya armada.
"Kami hanya memiliki tiga unit armada tangki dengan kapasitas 8000 liter, dimana setiap hari hanya mampu melayani dua kali pengiriman," katanya.
Berkurangnya pasokan air bersih ke rumah pelanggan di sejumlah kecamatan karena menurunnya debit sumber air akibat kemarau terutama air permukaan atau air sungai yang diolah, hanya sumber air alami yang tidak mengalami kekurangan seperti mata air Cirumput.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar bijak memanfaatkan air bersih hanya untuk kebutuhan pokok sehari-hari seperti memasak, mandi, minum, dan sanitasi, menghindari penggunaan air untuk tidak mendesak seperti mencuci kendaraan, mengisi kolam, atau menyiram halaman.
Masyarakat diminta segera melaporkan ketika mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga pihaknya segera melakukan koordinasi dengan dinas dan instansi termasuk TNI/Polri, dan PMI Cianjur untuk menyuplai air bersih dengan tangki sesuai permintaan.
"Sumber air dari mata air alami seperti Cirumput hingga saat ini, debit-nya masih stabil, hanya sumber air permukaan yang debit-nya terus berkurang, membuat pompa penyedot harus dipindah setiap hari," katanya.
Untuk memastikan sumber air permukaan yang diolah tetap berjalan sebelum didistribusikan ke rumah pelanggan di sejumlah kecamatan di wilayah selatan dan timur seperti Ciranjang, Haurwangi, Karangtengah, dan Sukaluyu, pihaknya melakukan pengawasan khusus.
Karena debit dari sumber air permukaan mulai mengalami penurunan akibat kemarau, sehingga membuat pompa yang terpasang terpaksa dialihkan ke area dengan debit air masih tinggi, bahkan tidak jarang pompa yang terpasang rusak karena arus pendek.
"Kami terus berupaya memenuhi kebutuhan air pelanggan dan daerah terdampak kemarau dengan menurunkan tangki air bekerjasama dengan PMI Cianjur, Polres Cianjur, dan instansi lainnya, dengan harapan kemarau tidak panjang," katanya.
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.