Lamongan (ANTARA) - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyatakan koperasi menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah seiring meningkatnya kualitas tata kelola dan kinerja koperasi di Kabupaten Lamongan.
"Koperasi dan UMKM memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Begitu juga di Lamongan. Karena itu, solidaritas harus terus dijaga dan tata kelola koperasi ditingkatkan agar semakin profesional dan modern," ujarnya usai menerima penghargaan Pembina Koperasi Andalan Jawa Timur 2026 pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Provinsi Jawa Timur di Pamekasan, Selasa.
Ia mengatakan penghargaan yang diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono tersebut sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam membina dan memperkuat koperasi di daerah.
"Alhamdulillah kami mendapatkan apresiasi sebagai Pembina Koperasi Andalan di Jawa Timur. Ini menunjukkan peran koperasi di Lamongan semakin menguat, kualitas tata kelolanya semakin baik, sehat, dan maju. Manfaatnya juga semakin dirasakan masyarakat," katanya.
Yuhronur menjelaskan penguatan koperasi sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Lamongan yang mencapai 5,90 persen secara tahunan pada 2025 dan meningkat 10,79 persen secara kuartalan pada triwulan I 2026.
Berdasarkan data Online Data System (ODS), sebanyak 1.868 koperasi di Lamongan tercatat aktif melaksanakan dan melaporkan Rapat Anggota Tahunan (RAT) selama tiga tahun terakhir. Koperasi aktif tersebut meliputi koperasi wanita, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), KSP/KSPPS, koperasi tani, KPRI, Koppontren, dan KUD.
Selain itu, nilai usaha koperasi juga meningkat. Pada 2025, total pendapatan koperasi mencapai sekitar Rp814 miliar, naik dibandingkan Rp794 miliar pada 2024.
Pemkab Lamongan terus berupaya mempercepat pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Hingga kini telah terbentuk 264 gerai KDKMP, dengan 90 gerai di antaranya telah beroperasi.
Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.