PKK Lampung Selatan perkuat pendampingan anak berisiko stunting
Jumat, 24 Juli 2026 20:41 WIB
Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan Zita Anjani saat mengunjungi salah satu rumah penerima bantuan di RT 02 Lingkungan 01, Kelurahan Kalianda, Kecamatan Kalianda. ANTARA/HO/Kominfo Lampung Selatan
Lampung Selatan (ANTARA) - Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Lampung Selatan terus memperkuat upaya percepatan penanganan anak berisiko stunting melalui pendampingan langsung kepada keluarga penerima bantuan sosial guna memastikan intervensi kesehatan dan pemenuhan gizi berjalan secara berkelanjutan.
Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan Zita Anjani di Kalianda, Jumat, mengatakan pendampingan dilakukan tidak hanya dengan memberikan bantuan, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan, pemenuhan gizi, serta tumbuh kembang anak terus dipantau hingga mencapai hasil yang optimal.
“Kita lihat terlebih dahulu apakah anak ini berisiko stunting atau memang sudah mengalami stunting. Setelah itu dilakukan monitoring, pemberian bantuan gizi, pemeriksaan kesehatan, serta pemantauan tumbuh-kembangnya. Fokus kita adalah anak-anak usia di bawah lima tahun, karena masa itu sangat menentukan tumbuh kembang mereka,” kata dia.
Menurut dia, pihaknya telah mengunjungi salah satu rumah penerima bantuan di RT 02 Lingkungan 01, Kelurahan Kalianda, Kecamatan Kalianda, untuk memastikan penanganan anak berisiko stunting dilakukan secara menyeluruh melalui pendampingan keluarga, pemantauan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar anak.
“Sebanyak 38 anak dari Kecamatan Penengahan, Kalianda dan Rajabasa menjadi sasaran program tersebut. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada lima anak yang hadir bersama orang tuanya, sedangkan bantuan kepada penerima lainnya disalurkan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan,” ucap dia.
Ia menegaskan keberhasilan Lampung Selatan menjadi daerah dengan angka stunting terendah di Provinsi Lampung merupakan hasil sinergi berbagai pihak. Namun, capaian tersebut harus terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui pendampingan yang berkesinambungan.
“Pesan Mas Bupati kepada saya sangat jelas, seluruh anak Lampung Selatan adalah anak-anak kita yang harus dijaga. Tidak boleh ada anak yang telantar, kelaparan, maupun putus sekolah. Insya Allah, dengan niat baik dan kerja sama semua pihak, kita optimistis angka stunting di Lampung Selatan akan terus menurun,” ujarnya.
Ia juga meminta pemerintah kecamatan bersama perangkat daerah terkait segera melakukan verifikasi agar keluarga tersebut dapat diusulkan memperoleh program bedah rumah.
“Saya minta pemerintah kecamatan segera mendampingi seorang anak yang diketahui belum bersekolah agar dapat kembali memperoleh akses pendidikan,” katanya.
Melalui pendampingan langsung tersebut, TP PKK bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap penanganan anak berisiko stunting dapat dilakukan secara lebih komprehensif, sehingga mampu mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai bagian dari upaya mendukung terwujudnya Indonesia Emas.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.