PLN NTT telah pulihkan 429 gardu listrik pascagempa Flores - ANTARA News Megapolitan

Kupang (ANTARA) - PT PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan telah memulihkan 429 gardu listrik pascagempa dengan magnitudo 7,7 yang berpusat di Mbay, Kabupaten Nagekeo pada Sabtu (15/8).

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT F Eko Sulistyono di Kupang, Sabtu, mengatakan proses pemulihan jaringan kelistrikan dilakukan secara bertahap pascagempa.

“Sudah 429 gardu listrik yang saat ini sudah menyala atau beroperasi kembali pascagempa pagi tadi,” katanya.

Tim PLN, tambah Eko, terus melakukan pengecekan dan perbaikan, mulai dari pembangkit, transmisi, gardu induk, hingga jaringan distribusi.

Dia mengatakan bahwa pada saat ini Pembangkit Listrik Tenaga Minyak dan Gas (PLTMG) Maumere telah dinyatakan aman dan menjadi bagian dari langkah awal penormalan sistem. PLN juga memprioritaskan pasokan listrik untuk fasilitas vital, seperti rumah sakit dan posko bencana.

“Kami memohon doa dan dukungan masyarakat. Seluruh petugas PLN berkomitmen bekerja tanpa henti untuk memulihkan kelistrikan secepat mungkin. Keselamatan adalah prioritas utama kami." tambah Eko.

Baca juga: Peringatan dini tsunami di NTT dinyatakan berakhir

Lebih lanjut kata dia, PLN juga memprioritaskan pemulihan pasokan listrik bagi fasilitas-fasilitas vital, termasuk rumah sakit dan posko penanganan bencana, guna mendukung kebutuhan masyarakat dalam kondisi pascagempa.

Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan saat ini jaringan kelistrikan sedang dinormalkan kembali oleh PLN.

"Kita harapkan segera normal sehingga pelayanan di sana bisa normal juga," tambah dia.

Di sisi lain, pemulihan layanan telekomunikasi di sejumlah daerah terdampak gempa kini menjadi prioritas menyusul sempat terganggunya jaringan. Pihaknya bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Telkomsel agar koneksi komunikasi dapat segera pulih sepenuhnya.

Pewarta: Kornelis Kaha
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.