Banjarbaru (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menyalurkan 221 buku bacaan nonpelajaran kepada Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Islam Gambut, Kabupaten Banjar, melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Employee Volunteer Program (EVP) Madrasah Gemar Membaca.
General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono mengatakan bantuan merupakan suatu bentuk kepedulian PLN terhadap peningkatan literasi sekaligus upaya mendorong siswa agar menjadikan membaca sebagai bagian dari keseharian.
"Terima kasih kepada pegawai PLN UID Kalselteng yang berpartisipasi. Semoga buku-buku bantuannya dapat mendorong anak-anak di MI Nurul Islam Gambut makin rajin membaca," ujar Iwan melalui keterangan tertulis Humas PT PLN UID Kalselteng di Banjarbaru, Rabu.
Menurut Iwan, kebiasaan membaca memiliki peran penting memperluas wawasan sekaligus membuka akses pengetahuan bagi anak-anak karena itu, kehadiran buku bacaan beragam di lingkungan sekolah diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa.
Iwan menilai, kontribusi para pegawai PLN dalam Program EVP Madrasah Gemar Membaca menjadi bagian dari semangat PLN untuk memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat khususnya dalam bidang pendidikan.
"Kami berharap 221 buku bantuan yang disalurkan tidak sekadar menjadi tambahan koleksi perpustakaan, tetapi benar-benar dimanfaatkan para siswa untuk membaca, belajar, dan menggali pengetahuan baru," ungkapnya.
Iwan juga berharap, buku-buku ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan menjadi bagian upaya bersama untuk menumbuhkan generasi yang gemar membaca, memiliki wawasan luas, serta terus semangat belajar karena dengan membaca, wawasan akan semakin luas dan pengetahuan semakin terbuka.
Kepala MI Nurul Islam Gambut Supiyannor menyampaikan terima kasih atas perhatian PLN terhadap kebutuhan pendidikan di madrasah, terutama mendukung ketersediaan bahan bacaan bagi siswa.
"Buku adalah jendela segala ilmu dan kami berterima kasih kepada PLN membantu menyediakan buku-buku nonpelajaran, sehingga anak-anak memiliki tambahan bacaan yang dapat memperkaya pengetahuan mereka," tuturnya.
Ia mengatakan keberagaman koleksi buku menjadi salah satu faktor yang penting untuk membuat perpustakaan lebih menarik bagi siswa mengingat perkembangan kemajuan teknologi menghadirkan tantangan tersendiri dalam menumbuhkan kegemaran membaca pada anak-anak.
"Di tengah kemajuan teknologi saat ini minat baca anak-anak menghadapi tantangan tersendiri apalagi jika koleksi perpustakaan lebih banyak berupa buku pelajaran. Bantuan ini sangat membantu kami menghadirkan pilihan bacaan yang lebih beragam bagi siswa," ucapnya.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Kalselteng Ahmad Humaidi menjelaskan Program EVP Madrasah Gemar Membaca melibatkan partisipasi pegawai PLN untuk menghadirkan bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan oleh madrasah.
"Melalui program ini, pegawai PLN di Kantor Induk UID Kalselteng berkontribusi menyediakan buku-buku nonpelajaran yang kemudian dihimpun untuk disalurkan kepada madrasah. Kami berharap buku-buku ini dapat dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi para siswa," katanya.
Pewarta: Yose Rizal
Editor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.