Polisi dalami runtuhnya tribun VIP balap mobil di Purwokerto

Polisi dalami runtuhnya tribun VIP balap mobil di Purwokerto

Senin, 27 Juli 2026 21:42 WIB

Image Print

Lokasi tribun VIP nonpermanen yang ambruk saat pergelaran Drift Speed Fest di GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (26/7/2026). ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas masih mendalami penyebab runtuhnya tribun VIP nonpermanen dalam ajang Drift Speed Fest di Gelanggang Olahraga Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada Minggu (26/7).

Kepala Polresta Banyumas Komisaris Besar Polisi Petrus P Silalahi di Purwokerto, Senin sore, mengatakan 13 saksi yang telah diperiksa terdiri atas 12 orang dari unsur penyelenggara kegiatan dan seorang korban.

"Hasil penyelidikan sementara menunjukkan runtuhnya tribun diduga dipicu euforia penonton saat selebrasi pembagian kaus yang tidak diantisipasi secara memadai oleh panitia, sementara tribun yang digunakan merupakan tribun nonpermanen," katanya.

Ia menjelaskan 12 saksi dari unsur penyelenggara meliputi penanggung jawab kegiatan, pemesan tribun, kru panggung, kepala vendor, bagian properti, vendor tiket, vendor perizinan, kepala steward yang mengawasi pertandingan drifting, kru rigging, hingga pemimpin pertandingan.

Menurut dia, penyidik juga mendalami dugaan kurangnya langkah antisipasi dari panitia terhadap lonjakan dan pergerakan penonton di tribun VIP saat pembagian kaus berlangsung.

"Panitia penyelenggara tidak memberikan imbauan kepada penonton dan tidak menyiagakan petugas pada setiap tribun untuk mengantisipasi lonjakan maupun pergerakan penonton saat selebrasi," kata Petrus.

Dalam kesempatan terpisah, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan penanganan korban insiden ambruknya tribun VIP nonpermanen tersebut menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Ia mengatakan berdasarkan data hingga Senin (27/7), pukul 12.00 WIB, tercatat 90 korban telah mendapatkan penanganan di 11 rumah sakit, terdiri atas 49 orang menjalani rawat jalan, 40 orang dirawat inap, dan satu orang masih dalam observasi.

"Kami memastikan bahwa seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur kesehatan yang berlaku," katanya.

Ia mengatakan korban tersebar di 11 rumah sakit, yakni RST Wijayakusuma sebanyak 21 orang, RS Orthopaedi 26 orang, RS Elisabeth sembilan orang, RS JIH Purwokerto sembilan orang, Unit Geriatri RSUD Prof Dr Margono Soekarjo tujuh orang, RS Ananda enam orang, RS Dadi Keluarga lima orang, RS Wiradadi Husada tiga orang, RSUD Prof Dr Margono Soekarjo dua orang, RS Sinar Kasih satu orang, dan RSUD Banyumas satu orang.

Terkait penyebab ambruknya tribun, dia mengatakan proses penyelidikan masih dilakukan aparat penegak hukum. Pemerintah Kabupaten Banyumas menghormati proses tersebut dan meminta seluruh pihak, khususnya penyelenggara kegiatan, bersikap kooperatif selama investigasi berlangsung.

"Kami menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak yang berwenang. Saya telah meminta panitia penyelenggara untuk kooperatif dan memberikan seluruh informasi yang dibutuhkan agar penyebab kejadian ini dapat diketahui secara jelas," kata Sadewo.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.