Gorontalo (ANTARA) - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Gorontalo, menyelidiki dugaan kasus pembunuhan dibalik penemuan berbagai jenis kerangka manusia di area perkebunan tebu Desa Bongo Tua, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.
Direktur Reskrimum Polda Gorontalo Komisaris Besar Polisi Teddy Rachesna di Gorontalo, Minggu mengatakan pihaknya telah menerbitkan laporan polisi untuk mendalami temuan tersebut, meskipun identitas pasti dari kerangka manusia itu masih dalam proses identifikasi medis.
"Penemuan kerangka manusia ini, kami menduga atau menggunakan asumsi adanya tindakan pembunuhan," kata Teddy.
Ia menjelaskan olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilaksanakan pada Jumat (25/9) oleh tim identifikasi Ditreskrimum Polda Gorontalo, bersama tim kedokteran forensik, menyusul informasi awal penemuan kerangka manusia pada Kamis (24/9).
Dalam proses penyisiran dan pengumpulan bukti sekitar lokasi, petugas menemukan satu unit telepon genggam di saluran irigasi yang berada tidak jauh dari posisi kerangka manusia tersebut.
Temuan tersebut, kata Teddy, menjadi petunjuk penting bagi kepolisian.
Berdasarkan hasil penyelidikan dan konfirmasi kepada pihak keluarga, jenis telepon genggam yang ditemukan ternyata milik seorang warga bernama Elsanti Ibrahim alias Echa, yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak (22/6).
Sejak menerima laporan orang hilang tiga bulan lalu, kepolisian sempat menyusun indikasi awal bahwa Echa kabur dari rumah untuk mencari pekerjaan di luar daerah.
Echa bahkan telah dimasukkan dalam daftar pencarian orang, yang disebar ke jajaran Polda Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, sampai Polda Maluku Utara.
Upaya pencarian yang dilakukan berbulan-bulan tidak membuahkan hasil, sampai akhirnya kerangka manusia dan ponsel milik Echa ditemukan di area perkebunan tebu Boalemo.
Sebelumnya aparat kepolisian gabungan bersama unsur terkait dan masyarakat setempat, telah melakukan upaya pencarian intensif di sekitar wilayah pabrik gula dan perkebunan tebu, namun padatnya tanaman tebu dan luasnya lahan sempat menjadi kendala utama petugas di lapangan.
Untuk mengefektifkan pencarian, personel Ditreskrimum sempat menggunakan pesawat nirkabel (drone) dan mengerahkan anjing pelacak, namun masih belum membuahkan hasil.
Titik terang dari penemuan kerangka manusia dan barang bukti telepon genggam serta aksesoris tersebut, akan menjadi modal utama kepolisian dalam mengungkap misteri kematian korban.
"Kerangka manusia dan bukti baru telah ditemukan, ini akan memudahkan kami untuk membuka tabir serta melakukan penyelidikan mendalam, guna menemukan identitas kerangka, menemukan pelaku atau tersangka dalam kejadian ini," katanya.
Saat ini penyidik Ditreskrimum Polda Gorontalo, tengah menunggu hasil identifikasi medis terhadap temuan kerangka manusia yang dilakukan oleh jajaran Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Gorontalo, di Rumah Sakit Bhayangkara setempat.
Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.