Gorontalo (ANTARA) - Universitas Negeri Gorontalo (UNG), turut mengambil bagian dalam penguatan arah pendidikan vokasi rumpun teknik elektro di tingkat nasional.
Keterlibatan tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan akademisi UNG Ervan Hasan Harun, sebagai pengurus FORTEI Nasional sekaligus Anggota Divisi Forkom Vokasi Direktorat Pengembangan Society, Forkom PTS dan Forkom Vokasi.
"Kami melibatkan diri dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) FORTEI dan FORTEI-ICEE (International Conference on Electrical Engineering) 2026 di Universitas Hasanuddin, Makassar," kata Ervan di Gorontalo, Minggu.
Ervan pun terlibat sebagai kontributor dalam penyusunan dan pembahasan sejumlah panduan pengembangan pendidikan Sarjana Terapan pada rumpun teknik elektro.
Kontribusi tersebut menjadi bagian dari upaya FORTEI memperkuat penyelenggaraan pendidikan vokasi, agar semakin selaras dengan kebutuhan dunia kerja, dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Tiga dokumen panduan yang menjadi bagian dari kontribusi tersebut, meliputi panduan kurikulum vokasi (Sarjana Terapan) rumpun teknik elektro, panduan magang di dunia usaha dan dunia industri (DUDI) bagi mahasiswa sarjana terapan, serta panduan Capstone Project.
Ketiga panduan tersebut menjadi bagian penting, dalam mendorong pengembangan pembelajaran vokasi yang lebih dekat dengan kebutuhan kompetensi di lapangan.
Menurut Ervan salah satu agenda penting dalam forum tersebut, adalah pemaparan panduan kurikulum vokasi rumpun teknik elektro.
Ia turut mempresentasikan substansi panduan sebagai bagian dari pembahasan, sekaligus penguatan rekomendasi FORTEI terkait pengembangan pendidikan sarjana terapan bidang teknik elektro.
“Panduan kurikulum tersebut diarahkan untuk menjadi rujukan bersama, bagi program studi sarjana terapan dalam mengembangkan kurikulum yang memiliki karakteristik pendidikan vokasi,” katanya.
Selain memperkuat keterkaitan pembelajaran dengan kebutuhan DUDI, pengembangan kurikulum juga diarahkan agar tetap responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan kompetensi tenaga kerja di bidang teknik elektro.
Menurutnya keterlibatan akademisi UNG dalam forum tersebut memiliki relevansi strategis, terhadap pengembangan pendidikan vokasi di lingkungan Sekolah Vokasi, khususnya Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan (TRET).
“Forum nasional ini menjadi ruang bagi UNG untuk memperoleh perspektif, sekaligus memperkuat jejaring akademik dan profesional dengan perguruan tinggi serta program studi teknik elektro di Indonesia,” katanya.
Melalui keterlibatan ini, UNG kata Ervan, tidak hanya memperluas jejaring kelembagaan, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan arah pendidikan vokasi pada tingkat nasional.
Partisipasi tersebut memperkuat komitmen UNG dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kompetensi, kebutuhan dunia kerja, keterkaitan dengan industri, serta perkembangan teknologi.
Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.