Polres Cianjur kerahkan 200 personel gabungan gelar razia minuman keras - ANTARA News Jawa Barat

Cianjur (ANTARA) - Kepolisian Resor Cianjur mengerahkan 200 personel gabungan untuk mengintensifkan patroli dan razia minuman keras serta obat terlarang di sejumlah titik rawan guna mencegah tindak kriminal dan gangguan keamanan di Cianjur, Jawa Barat.

Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi di Cianjur, Sabtu, mengatakan patroli dan razia diperkuat sebagai langkah pencegahan menyusul sejumlah kasus kekerasan yang diduga dipicu konsumsi minuman keras, termasuk peristiwa yang menewaskan seorang pedagang di Pasar Muka Cianjur.

"Kami menurunkan sekitar 200 personel gabungan untuk menggencarkan patroli dan razia di titik-titik rawan, mulai dari wilayah perkotaan hingga pinggiran, termasuk melibatkan jajaran polsek pada pagi, siang, malam, hingga dini hari guna mempersempit ruang gerak penjual miras, obat terlarang, dan narkoba," katanya.

Menurut Alexander, personel gabungan yang diterjunkan berasal dari TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Subdenpom Cianjur. Patroli dilakukan di kawasan yang dinilai rawan peredaran minuman keras, obat terlarang, dan berbagai penyakit masyarakat.

Ia menjelaskan razia ditingkatkan untuk mengantisipasi tindak kekerasan yang berpotensi menimbulkan korban jiwa, termasuk aksi kekerasan jalanan yang melibatkan gerombolan bermotor.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku pembunuhan terhadap pedagang kelapa di Pasar Muka Cianjur mengaku tersinggung setelah korban menolak ajakan mengonsumsi minuman keras. Perselisihan itu berujung pada bentrokan fisik meski sempat dilerai pedagang lain.

Polres Cianjur juga akan menggelar razia secara acak di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran minuman keras, termasuk kios berkedok depot jamu di wilayah perkotaan, utara, hingga selatan Kabupaten Cianjur.

"Kami akan melibatkan seluruh jajaran polsek untuk melakukan razia secara acak guna memberantas peredaran minuman keras yang kerap menjadi penyebab berbagai penyakit masyarakat," ujarnya.

Alexander mengimbau masyarakat berperan aktif dengan melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar melalui layanan darurat 110 agar dapat segera ditindaklanjuti petugas.
 

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.