Poltekkes Kemenkes Maluku siapkan 40 peserta pelatihan Caregiver ke pasar kerja Malaysia - ANTARA News Ambon, Maluku

AMBON (ANTARA) - Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Maluku menyiapkan 40 peserta pelatihan Caregiver untuk memenuhi peluang pasar kerja di Malaysia melalui program SMK Go Global.

Direktur Poltekkes Kemenkes Maluku Betty Sahertian di Ambon, Jumat, mengatakan 40 peserta tersebut mengikuti pelatihan selama 26 hari sebelum dipersiapkan untuk bekerja di Malaysia selama dua tahun.

"Setelah mengikuti pelatihan ini, 40 peserta siap untuk mengikuti peluang kerja, termasuk ke luar negeri. Saat ini peluang tersebut terbuka ke negara tetangga, Malaysia," kata dia.

Program Pelatihan Caregiver SMK Go Global tersebut merupakan kerja sama Poltekkes Kemenkes Maluku dengan Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Sulawesi Utara.

Ia mengatakan program tersebut tidak hanya untuk memberikan keterampilan kerja, tetapi juga mempersiapkan peserta agar mampu mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menjalani pendidikan dan pelatihan.

Dia menjelaskan 40 peserta pelatihan saat ini merupakan tahap awal. Setelah program tersebut selesai, pelatihan akan dilanjutkan dengan 40 peserta berikutnya sehingga semakin banyak anak muda Maluku memiliki akses terhadap peluang kerja internasional.

"40 peserta ini, setelah selesai mengikuti pelatihan, akan dilanjutkan dengan 40 peserta berikutnya. Artinya, anak-anak kita di berbagai wilayah Maluku memiliki kesiapan dan peluang untuk melanjutkan pendidikan sekaligus meningkatkan kompetensinya," ujarnya.

Dirinya menekankan pentingnya kesiapan mental dan fisik bagi peserta sebelum memasuki dunia kerja di luar negeri.

Menurut dia, kemampuan teknis harus diikuti dengan kedisiplinan dan ketahanan mental agar peserta mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja baru.

Poltekkes Kemenkes Maluku juga sedang membuka peluang penempatan tenaga kerja melalui kerja sama dengan sejumlah negara lain.

"Jadi, selain Jerman, ada peluang ke Jepang, dan hari ini 40 anak kita siap mengikuti program untuk Malaysia," ujarnya.

Ia berharap, peserta program tersebut nantinya dapat menjadi tenaga kerja profesional dan berkompeten, sekaligus membawa nama baik Maluku dan Indonesia di lingkungan kerja internasional.

Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath mengatakan program Caregiver tersebut membuka akses bagi generasi muda Maluku untuk memperoleh pengalaman kerja internasional melalui jalur yang legal dan terarah.

"Ini bukan hanya jalan menuju kesuksesan, tetapi kalian akan menjadi sumber spirit bagi anak-anak Maluku yang lain," kata dia.

Ia meminta peserta memanfaatkan kesempatan bekerja di Malaysia tidak semata-mata untuk memperoleh penghasilan, tetapi juga meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kemandirian.

"Kalian pergi ke sana bukan untuk kerja saja. Kalian bukan cuma mengambil gaji, menghabiskan gaji, lalu pulang setelah dua tahun tidak ada apa-apa. Saya berharap ketika datang ke sana, mental kalian lebih terlatih," ujarnya.

Dirinya juga meminta masyarakat, khususnya orang tua peserta, tidak khawatir karena program tersebut ditempuh melalui jalur penempatan kerja yang legal dengan pendampingan dan pemantauan pemerintah.

Ia berharap, keberangkatan 40 peserta tersebut menjadi langkah awal terbuka akses kerja internasional yang lebih luas bagi generasi muda Maluku.

"Kalian ini menjadi sejarah awal yang kita kirim dari Maluku ke Malaysia. Pemberi jalan supaya besok adik-adik kalian juga ikut dari belakang," katanya.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.