Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan sumpahnya untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera, terbebas dari kelaparan dan persoalan kekurangan gizi pada anak.
Prabowo dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat malam, mengatakan tekad membela bangsa dan negara telah tertanam sejak dirinya berusia muda.
"Saya dari kecil, saya disumpah, saya siap waktu itu, 18 tahun, saya siap mati untuk negara ini," kata Prabowo.
Ia mengatakan pengabdiannya kepada negara didasari keinginan melihat Indonesia menjadi negara terhormat dan rakyatnya hidup sejahtera.
Prabowo menginginkan tidak ada lagi rakyat Indonesia yang kelaparan serta orang tua yang mengalami kesulitan ketika anaknya sakit.
Kepala Negara juga menyoroti anak-anak yang berangkat ke sekolah dalam keadaan lapar serta persoalan tengkes atau stunting akibat kekurangan gizi.
Menurut Prabowo, kekurangan gizi dapat mengakibatkan tulang dan otot anak menjadi lemah serta menghambat perkembangan sel otak sehingga memengaruhi kemampuan mereka bersaing dengan anak-anak dari bangsa lain.
"Saya tidak ingin lihat itu. Itu bukan sumpah saya. Saya bersumpah untuk melihat Indonesia sejahtera. Itu sumpah saya," katanya.
Prabowo mengatakan perjuangan mewujudkan kesejahteraan rakyat membutuhkan keberanian, ketabahan, dan kesetiaan.
Menurut dia, kesetiaan yang paling utama adalah kepada bangsa, negara, dan rakyat Indonesia.
"Kesetiaan yang pertama adalah kesetiaan kepada bangsa, negara, dan rakyat kita," katanya.
Prabowo mengatakan prinsip kesetiaan kepada negara mudah diucapkan, tetapi membutuhkan kerja keras untuk diwujudkan.
Dalam pidato pada acara yang sama, Prabowo juga menegaskan biaya pendidikan negeri mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga universitas negeri harus gratis.
Ia mengatakan akan segera menggelar rapat terbatas untuk membahas upaya mewujudkan pendidikan negeri tanpa biaya tersebut.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo: Sumpah saya melihat Indonesia sejahtera
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.