Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan akan menggelar rapat bersama jajarannya untuk membahas terkait peningkatan transfer daerah dari pemerintah pusat.
“Untuk transfer daerah, kebetulan hari ini kita rapatkan, sore ini,” kata Pramono di Balai Kota, Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan nantinya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi DKI Jakarta Michael Rolandi Cesnanta Brata yang akan menyampaikan hasil rapat tersebut.
“Nanti. Pak Mike (Kepala BPKD) yang akan menyampaikan kepada teman-teman media,” ujar Pramono.
Sebelumnya, Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengalokasikan transfer ke daerah sebesar Rp735 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027.
Baca juga: Pramono sebut kemampuan daerah jadi alasan obligasi belum disetujui
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebutkan alokasi tersebut meningkat dibandingkan transfer ke daerah pada tahun ini.
"Transfer ke daerah dialokasikan Rp735 triliun, meningkat dibandingkan transfer pada tahun ini, guna memastikan agenda pembangunan dan penguatan pelayanan publik dapat dirasakan merata di seluruh pelosok negeri," kata Suahasil.
Dia mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan satu kesatuan yang bekerja bersama agar setiap rupiah anggaran memberikan manfaat yang semakin nyata dan merata bagi masyarakat.
Menurut Suahasil, sinergi pemerintah pusat dan daerah diarahkan untuk membangkitkan ekonomi, melindungi rakyat, meningkatkan kualitas layanan publik, dan menghadirkan kesejahteraan di seluruh wilayah Indonesia.
Alokasi transfer ke daerah tersebut, kata dia, merupakan bagian dari APBN 2027 yang dirancang untuk merespons ketidakpastian global dan mempercepat pencapaian agenda prioritas pembangunan nasional.
Baca juga: DKI tunggu keputusan pemerintah pusat soal penerbitan obligasi daerah
Baca juga: Pramono: Subsidi transportasi bagi masyarakat mampu akan dikurangi
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.