Presiden Trump Klaim Kesepakatan Membuka Kembali Selat Hormuz Bisa Segera Tercapai

Bagikan:

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Hari Kamis mengatakan, Ia "terlibat" dalam negosiasi untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengisyaratkan kesepakatan dapat dicapai "segera."

Saat ditanya oleh wartawan di Gedung Putih apakah kesepakatan telah dicapai untuk membuka kembali jalur air strategis tersebut, Presiden Trump berkata: "Saya tidak ingin mengatakan bahwa itu sudah terjadi."

"Saat ini kondisinya bisa dibilang terbuka. Anda tahu, ada yang namanya blokade yang dipimpin oleh Angkatan Laut AS, dan kami mengendalikannya," ujarnya, melansir Anadolu (7/8).

"Mereka selalu bisa menembakkan sesuatu. Mereka selalu punya sesuatu, atau menjatuhkan ranjau; dan jika ada satu ranjau di sana, situasinya jadi kacau karena orang tidak mau mengambil risiko membawa kapal bernilai miliaran dolar lalu secara tidak sengaja terkena ranjau," jelas Presiden Trump.

"Saya terlibat dalam negosiasi ini. Saya rasa perkembangannya baik. Bisa jadi akan segera tercapai," tandasnya, merujuk pada kemungkinan kesepakatan dengan Iran.

Dalam kesempatan tersebut Presiden Trump juga menepis kekhawatiran mengenai cadangan militer AS, mengatakan negaranya memiliki "jumlah amunisi yang sangat besar."

"Kami memiliki pasokan amunisi di seluruh dunia, dan jika kami membutuhkannya, kami akan mengambilnya. Kami memiliki pasokan di seluruh dunia, dan kondisi kami sangat, sangat baik," katanya.

Ia mengatakan, konflik dengan Iran akan berakhir "dalam waktu dekat," seraya menambahkan menurutnya Iran "tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi."

BACA JUGA:


Diketahui, AS dan Iran saling melancarkan serangan militer dalam beberapa pekan terakhir. Washington menargetkan apa yang disebutnya sebagai situs militer milik Korps Garda Revolusi Iran, sementara Tehran membalas dengan menargetkan apa yang mereka sebut sebagai fasilitas militer AS di beberapa negara Teluk, khususnya Yordania, Bahrain, dan Kuwait.

Eskalasi ini terjadi meskipun ada nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Presiden Trump dan Presiden Masoud Pezeshkian pada Bulan Juni serta dimulainya negosiasi menuju kesepakatan akhir.

Perundingan tersebut kemudian terhenti akibat perbedaan pendapat mengenai jaminan keamanan dan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz, salah satu jalur paling strategis di dunia untuk pasokan energi dan perdagangan global.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+