Proyek Jargas Dikebut, Ditargetkan 1,45 Juta Sambungan Rumah Baru hingga 2029

AKURAT.CO Pembangunan Jaringan Gas untuk Rumah Tangga (Jargas), yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), terus dikebut demi menyediakan energi rumah tangga lebih bersih, murah, aman, praktis, dan efisien.

Pemerintah, melalui Kementerian ESDM, menargetkan pembangunan Jargas sebanyak 1.450.000 sambungan rumah (SR) untuk periode 2025 sampai 2029. Ada tiga skema pendanaan yang disiapkan, yakni APBN, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dan investasi BUMN.

"Secara total, pembangunan Jargas tahun 2025 hingga 2029 diproyeksikan mencapai 1.450.000 SR. Dengan rincian 600 ribu SR melalui APBN, 350 ribu SR melalui KPBU, dan 500 ribu SR dari investasi BUMN," kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).

Ia menjelaskan, tahun 2025 sebanyak 100.000 SR menggunakan pendanaan BUMN. Lalu, tahun 2026 diproyeksikan 150.000 SR melalui APBN, 50.000 SR melalui KPBU, dan 100.000 SR melalui investasi BUMN.

Selanjutnya pada 2027, 2028 dan 2029, masing-masing diproyeksikan 150.000 SR dengan APBN, 100.000 SR lewat KPBU, dan 100.000 SR dari investasi BUMN.

"Kebutuhan anggaran pembangunan dihitung berdasarkan pendekatan rule of thumb sebesar Rp10 juta per sambungan rumah. Yang akan menyesuaikan hasil perencanaan teknis, kondisi lapangan, lokasi pembangunan, serta hasil pengadaan," kata Qodari.

Dalam realisasinya, hingga 3 Agustus 2026, pembangunan Jargas periode 2025-2026 ditargetkan sebanyak 119.379 SR di 15 kabupaten/kota. Saat ini, pembangunan sudah masuk tahap penyelesaian konstruksi.

Pemerintah juga tengah membangun Jargas Kabupaten Cirebon Tahap I dengan target 41.043 SR di empat kecamatan, yakni Gempol, Palimanan, Dukupuntang, dan Depok.

Kontrak proyek berlangsung mulai 20 Mei sampai 31 Desember 2026, dan saat ini masih pada tahap awal berupa survei jalur, lokasi stasiun pengatur (RS), stasiun pengukur tekanan gas (MRS), serta pendataan calon pelanggan.

Bersamaan dengan itu, pemerintah melakukan langkah percepatan dengan rencana pembangunan Jargas periode 2026-2028 sebanyak 959.232 SR di delapan kabupaten/kota. Saat ini, Front End Engineering Design (FEED) dan Detail Engineering Design Construction (DEDC) telah disusun dan dalam persiapan pelaksanaan.

Delapan lokasi itu berada di Kabupaten Bogor (182.665 SR), Kota Depok (156.134 SR), Kabupaten Bekasi (120.691 SR), Kabupaten Cirebon (117.142 SR), Kabupaten Tangerang (100.247 SR), Kabupaten Lamongan (101.295 SR), Kabupaten Pasuruan (93.772 SR), dan Kabupaten Jombang (87.286 SR).

"Secara kumulatif hingga tahun 2025, telah dibangun 949.008 SR, dengan rincian 703.308 SR melalui pendanaan APBN dan 245.700 SR melalui pendanaan non-APBN," kata Qodari.

Qodari memastikan bahwa gas domestik tersedia untuk mendukung pengembangan Jargas yang komponen utamanya adalah metana (CH₄). Namun, pemerintah juga terus memastikan kesiapan pasokan tiap wilayah dengan memastikan ketersediaan sumber atau alokasi gas, volume dan profil kebutuhan pelanggan, kesinambungan pasokan selama umur operasi, serta kesiapan jaringan transmisi dan distribusi.