Pria Bernama Sutrimo Tewas di Kebayoran Baru, Polda Metro Selidiki

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang pria bernama Sutrimo meninggal dunia pada hari Kamis, 23 Juli 2025.

Dalam keterangan resmi, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan berdasarkan informasi awal, Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sutrimo kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring. Pihak rumah sakit menerangkan bahwa Sutrimo tiba dalam keadaan sudah meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Polda Metro Jaya menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Saudara Sutrimo. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ujar Budi, Minggu (26/7).

Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum bersama Polres Metro Jakarta Selatan melakukan penyelidikan untuk mendalami informasi dan rangkaian peristiwa kematian Sutrimo.

Budi berkata penyelidik tengah mengumpulkan bahan keterangan serta melakukan klarifikasi terhadap pihak keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, dan pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut.

Polisi juga menyelidiki rekam medis, riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal almarhum ditemukan, serta informasi lain yang berkaitan juga sedang didalami.

"Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh. Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum," jelasnya.

Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan lebih lanjut secara proporsional setelah diperoleh fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Informasi belum terkonfirmasi, Sutrimo disebut sebagai kepala rumah tangga (Karumga) soerang mantan pejabat di instansi penegak hukum. Polisi mengaku masih mendalami informasi tersebut.

"Masih didalami," ujar Kombes Budi.

(tfq/wis)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]