Tokyo (ANTARA) - Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan akhirnya mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban setelah soal ujian diduga bocor hingga memicu aksi protes para pemuda di seluruh negeri.
Aksi protes kaum muda di India secara nasional itu dipimpin oleh kelompok gerakan Cockroach Janta Party (CJP) dan menjadi pukulan bagi pemerintahan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi.
Sabtu, partai tersebut mengumumkan berakhirnya aksi unjuk rasa yang menuntut pengunduran diri menteri pendidikan, pertanggungjawaban pemerintah, dan tuntutan lainnya.
Kompensasi akan diberikan kepada keluarga para siswa yang terdampak kontroversi terbaru tersebut seputar ujian masuk kedokteran tingkat nasional, menurut juru bicara partai itu.
Pradhan mengatakan pihaknya bertanggung jawab secara moral atas ketidakberesan yang terjadi seputar ujian pada bulan Mei lalu. Dia juga mengatakan para siswa tidak seharusnya menderita akibat kelakuan tidak pantas segelintir orang.
"Situasi itu juga tidak boleh dimanfaatkan oleh kekuatan anti-nasional", tegasnya.
Lebih dari 2,2 juta orang mengikuti Ujian Kelayakan dan Tes Masuk Nasional (National Eligibility-cum-Entrance Test).
Ujian nasional tersebut kemudian dibatalkan karena terungkap adanya kebocoran soal, yang menyebabkan dilaksanakannya ujian ulang pada Juni.
Lebih dari 10 siswa dilaporkan mengakhiri hidup mereka akibat kontroversi seputar ujian tersebut.
PM Modi sebelumnya menyatakan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kebocoran soal ujian tersebut akan mendapat hukuman tegas. Modi pun terus berupaya menyelesaikan krisis melalui negosiasi antara pemerintahannya dan CJP.
Menurut pihak CJP, Pemerintah India meyakinkan gerakan tersebut bahwa kasus pidana yang diajukan terhadap para pengunjuk rasa akan dicabut dan tidak akan ada tindakan hukum lebih lanjut terhadap para peserta. Mereka pun mengharapkan konfirmasi tertulis dari pemerintah dalam beberapa hari ke depan.
Sementara itu, aktivis lingkungan Sonam Wangchuk, yang bergabung dalam aksi protes pada 28 Juni dan melakukan mogok makan selama 26 hari, juga mengumumkan bahwa ia telah mengakhiri aksi mogok makannya.
CJP didirikan oleh Abhijeet Dipke, setelah pernyataan ketua Mahkamah Agung India menyamakan kaum muda pengangguran dengan "kecoak" memicu kampanye satir di dunia maya.
Gerakan itu kemudian berkembang menjadi gerakan pemuda berskala nasional yang melibatkan pelajar, orang tua, dan para profesional dalam aksi unjuk rasa yang menuntut akuntabilitas lebih besar di sistem pendidikan India.
Sumber: Kyodo
Pewarta: Katriana
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.