PT Timah targetkan tambahan cadangan 30 ribu ton pada 2026 - ANTARA News Bangka Belitung

Jakarta (ANTARA) - PT Timah (Persero) Tbk menargetkan penambahan cadangan timah sekitar 30 ribu ton pada 2026 untuk mengganti deplesi atau berkurangnya cadangan akibat kegiatan produksi sekaligus menjaga kesinambungan operasi perseroan.

Direktur Strategi Korporasi dan Pengembangan Usaha PT Timah Harry Budi Sidharta mengatakan peningkatan sumber daya dan cadangan menjadi salah satu fokus dalam strategi peningkatan operasi dan produksi perseroan.

“Dengan target mencapai penambahan cadangan sebesar 30.000 ton. Setidaknya itu menggantikan atau sesuai dengan hasil dari depletion. Ini menjaga sustainability produksi perusahaan,” kata Harry dalam Public Expose Live 2026 secara daring di Jakarta, Kamis.

Hingga semester I 2026, PT Timah mencatat sumber daya mineral timah sebesar 798 ribu ton Sn dan cadangan mineral timah sebesar 312 ribu ton Sn.

Untuk memperkuat sumber daya dan cadangan tersebut, perseroan menjalankan kegiatan eksplorasi darat maupun laut.

Dalam paparan perseroan, kegiatan yang telah dilakukan pada 2026 antara lain survei geologi seluas 3.216 hektare, survei geofisika sepanjang 76 kilometer, dan survei topografi seluas 17.638 hektare.

Direktur Produksi dan Komersial PT Timah Ilhamsyah Mahendra mengatakan eksplorasi menjadi prioritas pada 2026 karena merupakan tahapan awal untuk menemukan sumber daya dan cadangan baru.

“Untuk usaha pertambangannya dimulai dari aktivitas eksplorasi yang merupakan saat ini menjadi prioritas di tahun 2026. Kemudian dilanjutkan di proses penambangan mineral timahnya itu sendiri,” ujar Ilhamsyah.

Selain eksplorasi, perseroan mulai memfokuskan pengolahan timah primer serta mengoptimalkan produksi melalui penambahan alat kerja, peningkatan produktivitas peralatan dan percepatan pembukaan lokasi tambang baru.

Sejak Juli dan Agustus 2026, PT Timah menambah empat unit kapal isap produksi untuk mendukung pencapaian target operasi hingga akhir tahun. Penambahan alat kerja juga dilakukan pada sejumlah wilayah pertambangan darat.

Secara terpisah dari target penambahan cadangan, Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026 menetapkan target produksi bijih timah sebesar 30.000 ton Sn.

Pada semester I 2026, produksi bijih timah perseroan telah mencapai 12.232 ton Sn, meningkat 75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Produksi logam timah mencapai 10.865 metrik ton, tumbuh 58 persen secara tahunan.

Ilhamsyah mengatakan perseroan masih mengarah pada target operasi dan produksi yang telah ditetapkan tahun ini setelah melakukan sejumlah perbaikan pada fundamental operasi dan infrastruktur pengolahan serta pemurnian.

Untuk 2027, ia menyebut target operasi dan produksi perseroan kurang lebih sama dengan 2026. Namun, fokus tetap diarahkan pada penambahan sumber daya dan cadangan untuk menjaga keberlanjutan operasi dan bisnis.

Pewarta: Aria Ananda
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.