PT Vale dan masyarakat adat jaga keberlanjutan investasi di Wonua Mekongga
Rabu, 12 Agustus 2026 19:35 WIB
Vale dan masyarakat adat berkomitmen menjaga keberlanjutan investasi di Wonua Mekongga, Kolaka. Foto : ANTARA/HO/ (Dokumentasi PT Vale)
Kolaka (ANTARA) - Sebanyak 26 organisasi masyarakat adat Tamalaki yang tergabung dalam Gabungan Aliansi, Poros Tengah, dan Formakom berkunjung ke PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara masyarakat adat dan perusahaan untuk menyatukan persepsi mengenai keberlanjutan investasi sekaligus memperkuat hubungan sosial-ekonomi di Wonua Mekongga.
Dalam suasana kekeluargaan, perwakilan masyarakat adat menyampaikan pandangan, harapan, dan dukungan terhadap keberlanjutan investasi PT Vale di Kabupaten Kolaka. Mereka menilai keberadaan investasi perlu dijaga bersama karena berpotensi membuka lapangan kerja serta menggerakkan perekonomian masyarakat.
Ketua Umum Tamalaki Wuta Kalosara Sultra Mansiral Usman mengatakan kehadiran tiga unsur utama masyarakat adat Tamalaki dalam satu forum menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat bersama dalam menjaga iklim investasi di daerah.
“Ini menjadi momentum penting bagi kami, karena tiga unsur utama masyarakat adat Tamalaki bisa hadir bersama dalam semangat yang sama. Kami berterima kasih dan menyatakan dukungan penuh terhadap investasi yang dilakukan PT Vale di Wonua Mekongga ini,” kata Mansiral.
Menurut dia, kehadiran PT Vale telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama melalui peluang kerja dan aktivitas ekonomi lokal. Karena itu, hubungan antara perusahaan dan masyarakat perlu terus dirawat agar manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas.
Dukungan tersebut berlangsung di tengah perkembangan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa yang menjadi salah satu investasi strategis PT Vale di Kabupaten Kolaka.
Berdasarkan informasi resmi PT Vale, proyek Blok Pomalaa dikembangkan bersama Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd. melalui PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI), dengan total paket investasi mencapai Rp67,5 triliun atau sekitar 4,29 miliar dolar AS. Proyek tersebut mencakup pembangunan fasilitas pengolahan nikel berbasis teknologi High-Pressure Acid Leach (HPAL) dan tambang.
Perkembangan proyek juga memasuki tahapan penting. Pada 1 Maret 2026, PT Vale mencatat penjualan bijih nikel perdana dari IGP Pomalaa. Perusahaan menyebut capaian itu menandai peralihan proyek dari fase konstruksi menuju tahap operasional yang mulai menghasilkan pendapatan.
Dengan skala investasi tersebut, keterlibatan masyarakat lokal menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan proyek. PT Vale sendiri menyatakan potensi talenta lokal dapat memberikan kontribusi terhadap praktik pertambangan berkelanjutan di Bumi Mekongga.
Hal senada disampaikan Ketua Umum Forum Swadaya Masyarakat Daerah (Forsda) Jabir Lahukuwi. Ia mengatakan keberadaan investasi di Kabupaten Kolaka perlu dijaga bersama karena berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan masa depan pembangunan daerah.
“Kami sesungguhnya ingin menyelamatkan investasi di Kabupaten Kolaka. Jika investasi ini gagal, yang rugi kita semua. Sumber daya alam kita sudah dibuka, jadi jangan sampai investasi itu ditutup,” ujarnya.
Selain dukungan, masyarakat adat Tamalaki juga menyampaikan sejumlah masukan kepada PT Vale agar kehadiran perusahaan memberikan nilai tambah sosial dan ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat lokal.
Salah satu perhatian utama adalah peningkatan keterlibatan tenaga kerja lokal, khususnya melalui perusahaan mitra dan kontraktor yang bekerja dalam proyek PT Vale. Masyarakat berharap peluang kerja yang muncul seiring perkembangan proyek dapat lebih banyak diisi oleh warga Kolaka.
Mereka juga mendorong penguatan akses pendidikan melalui pemberian beasiswa bagi generasi muda daerah. Dukungan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal sehingga mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja di masa mendatang.
Selain itu, masyarakat adat berharap program pengembangan masyarakat atau CSR PT Vale terus diarahkan pada pemberdayaan sosial, peningkatan kapasitas organisasi adat, dan pengembangan ekonomi masyarakat.
Director of Project IGP Pomalaa PT Vale Mohammad Rifai menyambut baik dukungan dan masukan yang disampaikan masyarakat adat Tamalaki.
Ia mengatakan dukungan masyarakat merupakan salah satu faktor penting untuk menciptakan kondisi yang kondusif sehingga proyek dapat berjalan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah.
“Kami menyambut baik aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan ini. Masukan tersebut menjadi bagian penting dari dialog yang terus kami bangun bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan,” katanya.
Rifai juga mengajak generasi muda Kolaka mempersiapkan diri dengan meningkatkan kompetensi agar dapat mengambil bagian dalam peluang kerja yang terbuka sesuai kebutuhan dan tahapan proyek.
Menurut dia, kesiapan sumber daya manusia lokal menjadi bagian penting agar manfaat investasi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Pertemuan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya komunikasi antara perusahaan dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di Wonua Mekongga.
Dengan dialog yang terbuka dan kemitraan yang saling menghormati, PT Vale dan masyarakat adat diharapkan dapat terus membangun kesepahaman untuk menjaga iklim investasi yang kondusif sekaligus memperkuat manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat
Pewarta : Rangga
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026