KPP Pratama Mataram Timur edukasi siswa SMAN 1 Kediri tentang pajak

"Siswa yang saat ini menempuh pendidikan di tingkat SMA akan menjadi bagian penting dalam pembangunan Indonesia dalam dua dekade mendatang,"

Lombok Barat (ANTARA) - Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Mataram Timur mengajak generasi muda memahami pentingnya pajak sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan nasional melalui kegiatan Tax Goes to School di SMAN 1 Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan edukasi perpajakan tersebut berlangsung di aula SMAN 1 Kediri,  dengan melibatkan sebanyak 30 siswa dan sejumlah guru. KPP Pratama Mataram Timur mengangkat tema “Pajak yang Adil untuk Masa Depan Generasi Muda” dalam kegiatan yang dimulai pada pukul 10.00 WITA tersebut.

Kepala SMAN 1 Kediri Abdul Khalik menyampaikan apresiasi kepada KPP Pratama Mataram Timur karena telah memilih sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan Tax Goes to School Tahun 2026.

Menurut dia, kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi siswa karena mereka memperoleh pengetahuan mengenai perpajakan dan perannya dalam pembangunan.

“Edukasi seperti ini penting agar siswa memiliki wawasan yang lebih luas dan siap menghadapi persaingan global untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” katanya.

Kepala KPP Pratama Mataram Timur, Ruseno Hadi, mengatakan generasi muda perlu memperoleh pemahaman tentang perpajakan sejak berada di bangku sekolah.

"Siswa yang saat ini menempuh pendidikan di tingkat SMA akan menjadi bagian penting dalam pembangunan Indonesia dalam dua dekade mendatang," ujarnya.

Ruseno mengatakan pembangunan nasional membutuhkan kontribusi dari seluruh elemen masyarakat. Kontribusi tersebut tidak hanya berasal dari satu sektor atau kelompok, tetapi juga membutuhkan peran masyarakat secara luas.

Karena itu, menurut dia, pemahaman perpajakan sejak dini dapat membantu siswa mengetahui kewajibannya sebagai warga negara sekaligus mempersiapkan mereka untuk berkontribusi terhadap pembangunan.

"Menanamkan pemahaman perpajakan sedini mungkin tidak hanya membantu siswa memahami kewajiban sebagai warga negara, tetapi juga membangun kesadaran untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa," ucapnya.

Ruseno juga menjelaskan bahwa penerimaan pajak memiliki peran besar dalam mendukung berbagai program pemerintah. Pada 2026, penerimaan pajak ditargetkan mencapai Rp2.357,57 triliun atau sekitar 75 persen dari total pendapatan negara.

Dana tersebut digunakan pemerintah untuk membiayai berbagai kebutuhan pembangunan, termasuk pembangunan infrastruktur dan program peningkatan kualitas pendidikan.

Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Pajak KPP Pratama Mataram Timur memberikan materi mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta alasan masyarakat harus membayar pajak.

Selain menerima materi, para siswa mengikuti sejumlah permainan edukatif. Salah satu kegiatan yang diberikan berupa permainan tebak istilah perpajakan yang dipandu oleh panitia.

Metode tersebut membuat kegiatan edukasi berlangsung lebih interaktif. Siswa tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi juga dapat berpartisipasi secara langsung dalam memahami berbagai istilah perpajakan.

Pada 2026, KPP Pratama Mataram Timur menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp441,1 miliar. Hingga Agustus 2026, realisasi penerimaan pajak telah mencapai Rp210,2 miliar atau sekitar 47,66 persen dari target.

Berdasarkan sektor penerimaan, kontribusi terbesar berasal dari sektor administrasi pemerintahan yang mencapai 32,3 persen. Sementara itu, sektor jasa akomodasi yang mencakup hotel dan restoran memberikan kontribusi sebesar 29,28 persen.

Dari sisi pertumbuhan, sektor jasa mencatat pertumbuhan penerimaan pajak tertinggi, yakni sebesar 842,05 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Sektor real estate juga mencatat pertumbuhan sebesar 110,65 persen. Sementara itu, sektor jasa akomodasi tumbuh sekitar 83,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kegiatan Tax Goes to School kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan pemberian apresiasi kepada siswa yang aktif selama kegiatan.

Pewarta : Awaludin
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026