Jumat, 25 September 2026 - 21:06 WIB
VIVA – Perkembangan pembayaran digital di Indonesia terus mengalami percepatan. Salah satu indikatornya terlihat dari pertumbuhan QRIS yang telah mencatat 15 miliar transaksi kumulatif dengan 67 juta pengguna hingga Juli 2026.
Baca Juga
Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) juga terus mendorong ekosistem pembayaran digital agar semakin mudah digunakan masyarakat, termasuk melalui kebijakan penghapusan biaya transaksi QRIS mulai Oktober 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perubahan ini membuat berbagai platform keuangan perlu menyesuaikan layanan dengan kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi. Kemudahan, kecepatan, dan akses terhadap metode pembayaran yang familiar menjadi faktor penting dalam membangun pengalaman pengguna.
Baca Juga
Salah satu platform yang melakukan penyesuaian tersebut adalah Finex. Sepanjang 2026, perusahaan memperluas infrastruktur pembayaran lokal dengan menghadirkan berbagai pilihan metode deposit sekaligus memperbarui proses transaksi agar lebih praktis bagi pengguna.
Finex menyebut pengembangan tersebut dilakukan berdasarkan masukan dari para trader, terutama terkait pengalaman saat melakukan pengisian akun, mengakses dana, hingga menghadapi kendala dalam proses pembayaran.
Baca Juga
Sejak awal tahun, Finex secara bertahap menghadirkan sejumlah metode deposit lokal. Pada Januari, perusahaan meluncurkan Virtual Account BRI, kemudian disusul Virtual Account BNI, CIMB, dan Mandiri pada Februari.
Pada Maret, pilihan pembayaran diperluas melalui LinkAja dan ShopeePay. Selanjutnya, OVO dan notifikasi push BCA tersedia pada April, sementara DANA dan QRIS mulai hadir pada Juli.
Seluruh metode pembayaran tersebut tersedia dengan biaya komisi 0 persen. Menurut perusahaan, QRIS menjadi salah satu metode yang banyak digunakan pengguna dan saat ini berkontribusi sekitar 45 persen dari total deposit di platform.
Tingginya penggunaan QRIS menunjukkan bahwa metode pembayaran yang sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat dapat lebih mudah diterima dalam aktivitas digital, termasuk transaksi pada platform keuangan.
Selain menambah metode pembayaran, Finex juga melakukan pembaruan pada mekanisme penanganan transaksi yang mengalami kendala. Sebelumnya, permintaan pembayaran dengan informasi yang tidak sesuai berpotensi langsung ditolak.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
CEO Finex Agung Wisnuaji.
Photo :
- Dok Istimewa
Melalui sistem baru, pengguna dapat mengetahui bagian yang perlu diperbaiki dan melakukan koreksi, seperti mengganti bukti transfer yang tidak valid atau menyesuaikan nominal transaksi tanpa harus mengulang seluruh proses dari awal.
Halaman Selanjutnya
CEO Finex Agung Wisnuaji mengatakan, proses pembayaran menjadi salah satu bagian penting dalam pengalaman pengguna karena membutuhkan kejelasan dan kontrol.