Kamis, 1 Oktober 2026 - 00:48 WIB
VIVA – Desak Made Rita Kusuma Dewi sukses mempertahankan medali emas nomor speed putri pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Di balik kemenangan tersebut, atlet asal Bali itu mengandalkan satu hal penting: tetap berpikir positif dan mengendalikan pikiran di tengah berbagai gangguan.
Baca Juga
Desak tampil sebagai yang tercepat pada perlombaan di Nagoya International Exhibition Hall, Rabu, 30 September 2026. Ia mencatatkan waktu 6,062 detik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Catatan tersebut sekaligus memecahkan rekor Asian Games miliknya sendiri, yakni 6,07 detik.
Baca Juga
Medali emas ini juga menjadi yang kedua secara beruntun bagi Desak di Asian Games. Sebelumnya, ia menjadi juara nomor speed putri pada Asian Games Hangzhou 2022.
Perjalanan Desak menuju podium tertinggi di Aichi-Nagoya tidak berjalan mulus. Perlombaan sempat beberapa kali tertunda karena kendala pada sistem timing.
Baca Juga
Situasi tersebut cukup mengganggu konsentrasi karena Desak dan para atlet lainnya sudah berada dalam kondisi siap bertanding. Namun, Desak memilih untuk tidak larut dalam situasi tersebut.
"Lebih ke ikhlas saja sih tadi. Dari sebelumnya saya juga melihat catatan waktu peserta lain. Bagus-bagus, selisihnya kecil. Jadi dari awal saya mencoba manjat dengan ikhlas saja," ujar Desak.
"Beberapa kali ada trouble yang lumayan mengganggu karena badan dan pikiran sudah siap. Tiba-tiba ditunda lima menit, kemudian lima menit lagi. Saya lebih mencoba berpikir positif dan mengalihkan pikiran," lanjutnya.
Selain gangguan teknis, Desak juga harus beradaptasi dengan format four-lane yang digunakan pada Asian Games 2026. Format tersebut berbeda dengan two-lane yang digunakan pada Asian Games Hangzhou.
Tantangan semakin besar ketika terjadi false start sehingga perlombaan harus diulang.
"Di sini menggunakan format four-lane, jadi fokusnya lebih tinggi dibandingkan two-lane. Seperti tadi, ketika terjadi false start, kami harus mengulang lagi," katanya.
Menariknya, Desak bahkan sempat tidak mengetahui hasil perlombaannya setelah mencapai garis finis.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Masih nge-blank. Saya tidak tahu siapa yang menang. Jadi saya manjat saja, sudah, manjat dengan ikhlas," ujarnya.
Rasa haru baru muncul setelah Desak mengetahui dirinya kembali meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor Asian Games.
Halaman Selanjutnya
"Masih tidak percaya ternyata bisa sampai seperti ini. Rasanya langsung ingin menangis. Bingung juga, tapi sangat bersyukur," kata Desak.