Kabupaten Bogor (ANTARA) - Ratusan anggota lintas instansi dikerahkan melalui operasi darat dan udara untuk menuntaskan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis.
Personel gabungan tersebut berasal dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, TNI AD, TNI AU, Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), serta sejumlah perangkat daerah Kota dan Kabupaten Bogor.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor Yudi Santosa mengatakan kebakaran di timbunan sampah lebih sulit ditangani dibandingkan kebakaran di lokasi biasa.
Api yang menyala selama lebih dari 12 jam dapat membentuk bara di bagian dalam timbunan, sehingga kobaran kembali muncul ketika sampah dibongkar.
“Api di dalamnya sudah menjadi bara. Ketika sampah dibalik, muncul api,” kata Yudi di TPAS Galuga.
TNI AU mengerahkan helikopter untuk melakukan penyiraman dari udara atau water bombing terhadap titik-titik yang sulit dijangkau petugas di darat.
Sementara itu, tim darat mengerahkan mobil pemadam, tangki air, ekskavator, dan buldoser untuk membongkar timbunan sampah sekaligus menyemprot bara yang tersimpan di bagian dalam.
Petugas juga membentangkan selang sedikitnya 400 meter untuk menjangkau titik api di bagian tengah kawasan TPAS. Aliran dari dua mobil pemadam digabungkan menjadi satu jalur penyemprotan untuk memaksimalkan jangkauan air.
Polri bersama Dinas Perhubungan membantu mengatur arus kendaraan agar mobil pemadam, tangki air, alat berat, dan truk pengangkut sampah dapat keluar masuk tanpa saling menghambat.
Personel PMI turut disiagakan untuk mendukung petugas dan relawan selama operasi pemadaman berlangsung.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengapresiasi seluruh unsur yang bergotong royong menangani kebakaran hingga proses pendinginan.
“Saya tahu semuanya lelah, tetapi rekan-rekan masih berdiri, berjuang, dan bertugas melayani masyarakat,” kata Rudy.
Kebakaran terjadi sejak Senin (7/9) sekitar pukul 16.00 WIB dan penanganannya berlanjut hingga memasuki hari keempat. Api bermula dari lahan pertanian yang bersebelahan dengan TPAS Galuga, kemudian merambat ke area pembuangan sampah lama.
Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor : Feru Lantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.