Real Madrid Tak Tertandingi, Ini Klub Penyumbang Gol Terbanyak di Piala Dunia 2026

Dominasi pemain Real Madrid di Top Skor Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 mencatat sejarah sebagai edisi paling produktif sepanjang penyelenggaraannya. Sebanyak 308 gol lahir dari 104 pertandingan, angka yang belum pernah tercapai pada turnamen sebelumnya.

Banyaknya gol itu tak lepas dari kontribusi para pemain yang sehari-hari membela klub-klub elite dunia. Dari Real Madrid hingga Arsenal, para bintang mereka kembali menunjukkan ketajamannya saat membawa negara masing-masing bersaing di Amerika Utara.

8. Sunderland – 8 Gol

Sunderland menjadi salah satu kejutan dalam daftar ini. Setelah menikmati musim yang sukses di Premier League, sejumlah pemain mereka melanjutkan performa apiknya di Piala Dunia.

Bryan Brobbey mencetak dua gol ke gawang Swedia sebelum kembali mencatatkan namanya saat menghadapi Tunisia. Habib Diarra juga tampil tajam lewat gol ke gawang Irak dan Belgia.

Nilson Angulo menyumbang gol saat Ekuador bangkit melawan Jerman. Granit Xhaka mencetak satu gol ketika Swiss menang 4-1 atas Bosnia dan Herzegovina, sedangkan Wilson Isidor melengkapi daftar lewat gol spektakuler ke gawang Maroko.

7. Manchester United – 8 Gol

Manchester United mengoleksi jumlah gol yang sama meski berasal dari situasi yang cukup unik.

BACA JUGA:

Matheus Cunha menyumbang tiga gol bersama Brasil, termasuk dua gol saat menghadapi Haiti. Amad Diallo mencetak gol kemenangan Pantai Gading atas Ekuador, lalu kembali mencetak gol ketika menghadapi Norwegia.

Lisandro Martínez ikut menyumbang gol pada kemenangan dramatis Argentina 3-2 atas Tanjung Verde setelah babak tambahan.

Marcus Rashford dan Casemiro juga mencetak masing-masing satu gol selama turnamen. Keduanya masih berstatus pemain Manchester United saat Piala Dunia dimulai, meski Rashford menjalani musim sebelumnya sebagai pemain pinjaman Barcelona dan Casemiro kemudian meninggalkan Old Trafford.

Tak lama setelah turnamen berjalan, United juga merampungkan transfer Youri Tielemans yang sebelumnya sempat mencetak dua gol untuk Belgia saat menghadapi Senegal.

6. Crystal Palace – 8 Gol

Crystal Palace sempat berpeluang menjadi klub Premier League dengan gol terbanyak di turnamen ini.

Ismaïla Sarr tampil luar biasa bersama Senegal dengan tiga gol beruntun. Daichi Kamada mencetak gol penyeimbang dramatis saat Jepang bermain imbang 2-2 melawan Belanda sebelum kembali mencetak gol ke gawang Tunisia.

Daniel Muñoz juga tampil produktif bersama Kolombia lewat gol indah saat menghadapi Uzbekistan, lalu kembali menjadi penentu kemenangan melawan Republik Demokratik Kongo.

5. Inter Miami – 8 Gol

Inter Miami masuk ke dalam daftar ini berkat satu nama saja.

Lionel Messi.

Kapten Argentina itu mencetak delapan gol, rekor terbaiknya sepanjang tampil di Piala Dunia, sekaligus membawa Albiceleste melangkah hingga partai final.

Perjalanan Argentina sepanjang turnamen pun sangat bergantung pada sang megabintang. Selama Messi terus tampil menentukan, Argentina mampu terus melaju.

4. Bayern Munchen – 12 Gol

Harry Kane kembali menjadi mesin gol Bayern Munchen. Kapten Inggris tersebut mengawali turnamen dengan dua gol ke gawang Kroasia, lalu menambah gol saat melawan Panama.

Kane kembali menjadi penyelamat Inggris lewat dua gol ke gawang Republik Demokratik Kongo pada babak 32 besar sebelum mencetak gol kemenangan melalui penalti di Estadio Azteca.

Rekrutan anyar Bayern, Ismael Saibari, juga tampil tajam bersama Maroko dengan mencetak gol pada fase grup melawan Brasil, Skotlandia, dan Haiti sebelum cedera hamstring mengakhiri turnamennya lebih cepat.

Luis Díaz dan Jamal Musiala hanya menyumbang masing-masing satu gol. Nathaniel Brown ikut mencatatkan namanya saat Jerman menang telak atas Curaçao.

Meski gagal mencetak gol, Michael Olise tetap mencuri perhatian setelah membukukan tujuh assist, rekor baru dalam satu edisi Piala Dunia.

3. Arsenal – 13 Gol

Arsenal menunjukkan kedalaman skuadnya lewat kontribusi tujuh pemain berbeda.

Kai Havertz dan Bukayo Saka sama-sama mengoleksi tiga gol. Havertz mencetak dua gol saat Jerman menghancurkan Curaçao, sedangkan Saka menutup turnamen dengan hattrick ketika Inggris mengalahkan Prancis 6-4 pada perebutan tempat ketiga.

Declan Rice ikut mencetak satu gol di pertandingan tersebut.

Mikel Merino menjadi sosok penting bagi Spanyol. Dua gol penentu kemenangan yang dicetaknya saat menghadapi Portugal dan Belgia membuka jalan La Roja menuju gelar juara.

Gabriel Martinelli membawa Brasil bangkit saat melawan Jepang, sementara Leandro Trossard mencetak dua gol untuk Belgia sebelum meninggalkan Arsenal. Viktor Gyökeres turut menyumbang satu gol bagi Swedia.

2. Paris Saint-Germain – 15 Gol

Paris Saint-Germain menempatkan tujuh pemainnya dalam daftar pencetak gol.

Ousmane Dembélé menjadi penyumbang terbesar lewat enam gol, termasuk hattrick ke gawang Norwegia dan satu gol pada perempat final melawan Maroko.

Bradley Barcola mencetak tiga gol selama turnamen, sedangkan Désiré Doué menyumbang satu gol.

Ibrahim Mbaye membuka rekening golnya di Piala Dunia pada usia 18 tahun ketika mencetak gol hiburan Senegal ke gawang Prancis.

João Neves, Nuno Mendes, dan Achraf Hakimi masing-masing mencetak satu gol. Fabian Ruiz menjadi satu-satunya pemain PSG yang mengangkat trofi setelah mencetak gol pembuka Spanyol saat mengalahkan Belgia di perempat final.

Tak ada klub yang mendekati produktivitas Real Madrid.

Los Blancos mengumpulkan 22 gol, unggul jauh atas klub-klub lain berkat performa luar biasa para pemain bintangnya.

Kylian Mbappé menjadi penyumbang terbesar dengan 10 gol. Penyerang Prancis itu bukan hanya meraih Sepatu Emas, tetapi juga memecahkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 22 gol.

Jude Bellingham ikut bersinar bersama Inggris melalui tujuh gol, termasuk masing-masing dua gol saat menghadapi Meksiko dan Norwegia.

Vinícius Júnior melengkapi dominasi Madrid lewat empat gol bersama Brasil, sementara Arda Güler menyumbang satu gol untuk Turki.

Opini Gilabola.com

Dominasi Real Madrid dalam daftar ini memperlihatkan kualitas individu para pemainnya tetap berada di level tertinggi, meski musim klub mereka sebelumnya berakhir tanpa trofi.

Menariknya, keberhasilan para pemain Madrid justru datang ketika mereka tampil bersama tim nasional. Hal itu memperkuat anggapan bahwa persoalan Los Blancos bukan terletak pada kualitas skuad, melainkan bagaimana seluruh bintang tersebut dapat berfungsi sebagai satu kesatuan di level klub.

Dapatkan berita dengan ulasan mendalam, serta kabar terbaru hanya di Gilabola.com.

  • TAGS
  • Jude Bellingham
  • Kylian Mbappe
  • Real Madrid
  • Vinicius Junior