Realisasi investasi di Tanjungpinang semester pertama tembus Rp470 miliar

Realisasi investasi di Tanjungpinang semester pertama tembus Rp470 miliar

Selasa, 28 Juli 2026 20:47 WIB

Image Print

Foto ilustrasi - Aktivitas jual-beli emas di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) ikut menyumbang peningkatan investasi pada semester I tahun 2026 melalui sektor perdagangan. ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), menyebutkan realisasi investasi di daerah itu terus meningkat dipicu berbagai upaya telah dilakukan dalam menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif.

Kepala Dinas Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tanjungpinang Adi Firman mengatakan berbagai inovasi dilakukan untuk meningkatkan investasi, mulai dari penyederhanaan perizinan melalui sistem Online Single Submission Berbasis Risiko (OSS-RBA), pendampingan pelaku usaha, percepatan perizinan lintas sektor, hingga penguatan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan perangkat daerah terkait.

"Pemkot juga sedang menyusun regulasi pemberian insentif dan kemudahan investasi guna memberikan kepastian hukum, mempercepat realisasi investasi, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya," kata Adi di Tanjungpinang, Selasa.

Adi memaparkan realisasi investasi pada semester I 2026 menunjukkan tren positif, yakni mencapai Rp470,601 miliar atau naik 4,1 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp452,067 miliar.

Dengan capaian tersebut, kata Adi, realisasi investasi Tanjungpinang meningkat sekitar Rp18,534 miliar secara tahunan (year on year). Peningkatan investasi tersebut menandakan tingkat kepercayaan investor yang semakin tinggi.

"Hingga akhir semester I, realisasi investasi juga telah mencapai sekitar 70 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp675 miliar," ujar dia.

Lebih lanjut Adi mengatakan realisasi investasi masih didominasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp457,482 miliar atau 97,21 persen, sedangkan penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp13,119 miliar atau 2,79 persen.

Sementara berdasarkan sektor usaha, investasi terbesar berasal dari sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi dengan nilai Rp152,423 miliar.

Selanjutnya sektor jasa lainnya sebesar Rp75,651 miliar, perdagangan dan reparasi Rp11,392 miliar, konstruksi Rp4,743 miliar, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp2,670 miliar.

"Kami optimistis investasi di Tanjungpinang terus meningkat hingga akhir 2026 dan mampu menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi serta menciptakan lapangan kerja," ujar dia.

Adi menambahkan DPMPTSP juga tengah menyusun pemetaan potensi investasi daerah sebagai dasar penyusunan dokumen Semi Investment Project Ready to Offer (IPRO).

Salah satu kawasan yang diprioritaskan adalah Pulau Basing yang diproyeksikan menjadi kawasan unggulan investasi berbasis pariwisata, ekonomi maritim, dan jasa.

Pemkot terus berkomitmen menghadirkan pelayanan perizinan yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel, sekaligus memperkuat promosi investasi agar semakin banyak proyek strategis yang dapat direalisasikan.

"Melalui sinergi kemudahan berusaha, promosi investasi yang lebih terarah, dan kepastian regulasi, kami berharap investasi terus tumbuh sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Adi.

Pewarta : OGN
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.