AKURAT.CO Roemah Koffie tengah menyiapkan produk baru yang dijadwalkan meluncur pada bulan depan. Produk tersebut akan hadir dalam kemasan kaleng dengan tiga varian rasa.
CEO Roemah Koffie Felix TJ mengatakan tiga varian yang disiapkan terdiri dari cocoa coffee, coffee racket, dan black coffee.
“Cocoa coffee, coffee racket, sama black coffee,” ujar Felix di acara IdeaFest yang digelar di Jakarta International Convention Center, Senayan, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Baca Juga: Perubahan Iklim Jadi Tantangan Baru Industri Kopi Indonesia
Felix mengatakan produk tersebut akan dikemas dalam bentuk kaleng dan dijadwalkan segera dirilis.
Namun, ia memilih untuk belum menjelaskan lebih banyak mengenai produk baru tersebut. Felix mengajak konsumen untuk mencoba langsung produk ketika sudah diluncurkan.
Peluncuran produk baru tersebut dilakukan di tengah pertumbuhan industri kopi Indonesia yang masih menunjukkan prospek positif.
Menurut Felix, industri kopi saat ini terus tumbuh sekitar 3-5%. Pertumbuhan tersebut juga ditandai dengan bermunculannya berbagai merek baru di sejumlah wilayah.
“Industri selalu naik 3-5%. Pertumbuhannya bahkan di semua teritori banyak sekali cabang-cabang. Merek-merek baru bermunculan dan lahir,” katanya.
Menurut Felix, perhatian terhadap kopi Indonesia juga semakin kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Berbagai kegiatan dan pameran kopi menjadi salah satu gambaran meningkatnya perhatian terhadap industri tersebut.
Meski peluang pertumbuhan masih terbuka, Felix mengatakan industri kopi juga menghadapi tantangan keberlanjutan, terutama kondisi petani dan dampak perubahan iklim terhadap produksi.
Roemah Koffie, kata Felix, memiliki gerakan keberlanjutan yang berfokus pada pemberdayaan serta peningkatan pengetahuan petani agar mampu menghadapi perubahan iklim dan dampak pemanasan global.
Baca Juga: Merek Kopi Baru Bermunculan, Industri Bijih Kopi Indonesia Tumbuh 3-5 Persen
Felix menilai keberlanjutan industri kopi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari perusahaan, pemerintah, pelaku industri, petani hingga masyarakat.
Ia juga menilai kolaborasi antarpemangku kepentingan penting untuk menjaga pertumbuhan industri kopi Indonesia sekaligus menghadapi berbagai tantangan yang muncul.