Ruang Publik Jadi Magnet Baru di Tengah Kota yang Makin Hidup

Jakarta, CNN Indonesia --

Perkembangan kawasan perkotaan kini tak hanya soal gedung-gedung baru atau pusat perbelanjaan. Ruang publik yang mendorong orang untuk berkumpul, berjalan kaki, menikmati kuliner, hingga mengikuti berbagai aktivitas komunitas juga menjadi bagian penting dari wajah kota.

Konsep tersebut dikenal sebagai placemaking, yakni pendekatan dalam pengembangan kawasan yang menempatkan pengalaman dan interaksi masyarakat sebagai salah satu perhatian utama.

Ruang publik yang dirancang dengan baik dapat membuat sebuah kawasan terasa lebih hidup. Kehadiran taman, area pejalan kaki, ruang pertunjukan, hingga tempat berkumpul dapat mendorong orang untuk tidak sekadar datang dan pergi, tetapi menghabiskan waktu lebih lama di suatu tempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini pula yang terlihat dalam perkembangan kawasan komersial di sejumlah kota mandiri. Aktivitas kuliner, retail, otomotif, hiburan, hingga kegiatan komunitas dapat membentuk ekosistem yang membuat sebuah kawasan memiliki karakter tersendiri.

Di kawasan Gading Serpong, Tangerang, misalnya, perkembangan aktivitas komersial berjalan beriringan dengan pertumbuhan berbagai kegiatan gaya hidup. Area kuliner dan ruang komersial menjadi tempat masyarakat bertemu, bersosialisasi, sekaligus menghabiskan waktu di luar rumah.

Konsep serupa kini dikembangkan melalui Grand Boulevard Aniva di kawasan Aniva Paramount Gading Serpong. Area tersebut dirancang tidak hanya sebagai tempat menjalankan aktivitas bisnis, tetapi juga sebagai ruang yang mengakomodasi pergerakan dan interaksi pengunjung.

Salah satu fasilitas yang disiapkan adalah Aniva Grand Atrium, ruang publik seluas sekitar 1.200 meter persegi. Area ini dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari community gathering, pop-up market, pameran, hingga pertunjukan.

Pilihan Redaksi

  • 5 Tanda Anak Mulai Bisa Berpikir Kritis, Tak Cuma Cerewet Banyak Tanya
  • 3 Penyakit yang Banyak Dialami Kucing di Indonesia
  • 6 Ciri-ciri Anjing Rabies, Waspada Kalau Tiba-tiba Tidak Bisa Diam

Selain itu, terdapat Aniva Green Park berupa area hijau sepanjang sekitar 550 meter yang menghubungkan kawasan Aniva hingga Amarillo Village. Area tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas seperti jembatan Bridge of Harmony, amphitheater, promenade, mini stage, jalur jogging, taman, dan ribbon wall.

Direktur Planning & Design Paramount Land Henry Napitupulu mengatakan desain Grand Boulevard Aniva mengusung fasad bergaya American Style yang dipadukan dengan elemen dekoratif untuk memberikan karakter pada bangunan.

"Grand Boulevard Aniva memiliki fasad American Style yang elegan dan modern, dilengkapi decorative crown dan decorative columns sebagai sentuhan karakter arsitektur yang kuat," kata Henry dalam keterangannya.

Grand Boulevard Aniva sendiri merupakan pengembangan terbaru Paramount Land di kawasan Paramount Gading Serpong. Tahap pertama menghadirkan 44 unit ruang komersial yang terdiri atas tipe Regular, Alfresco, dan Luminous Boutique Shop.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya Paramount Gading Serpong membangun kawasan komersial yang terintegrasi dengan aktivitas masyarakat di sekitarnya.

Direktur Sales & Marketing Paramount Land Ferry John Sihombing mengatakan perkembangan kawasan komersial di Paramount Gading Serpong tidak hanya diarahkan pada pertumbuhan bangunan, tetapi juga ekosistem di dalamnya.

"Calon pelaku usaha tidak hanya membeli ruang untuk berbisnis, tetapi masuk ke dalam ekosistem yang sudah hidup," ujar Ferry.

(tis/tis)